Gali Potensi Konten Kreator Muda, MGBK SMP Kabupaten Nganjuk Gelar Lomba Video Pendek Hardiknas
- 22-05-2026
Nganjuk, PING— Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Nganjuk menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Jalan Berlubang di wilayah Kabupaten Nganjuk bertempat di Ruang Rapat Dinas PUPR, Rabu (25/2/2026). Rapat ini menjadi langkah responsif pemerintah daerah menyikapi meningkatnya kerusakan jalan di berbagai wilayah Kabupaten Nganjuk akibat faktor cuaca dan kondisi teknis infrastruktur.
Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk, didampingi Wakil Bupati Nganjuk, serta dihadiri Kepala Dinas PUPR Nganjuk, para camat, kepala UPTD, Tim Unit Reaksi Cepat (URC), CPAC, dan jajaran teknis lainnya.
Dalam arahannya, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menegaskan pentingnya penguasaan data dan kecepatan respons aparatur, khususnya di tingkat kecamatan. Ia mewajibkan setiap camat memiliki buku pintar berisi data rinci rencana dan progres pembangunan di wilayahnya.
“Pejabat harus tahu di wilayahnya akan dibangun apa saja. Saat turun ke lapangan, pemimpin tidak boleh hanya melihat masalah, tetapi harus mampu memberi solusi berbasis data,” tegasnya.
Lebih lanjut, orang yang akrab disapa Kang Marhaen itu juga menyoroti peran media sosial dalam menyuarakan keluhan masyarakat. Menurutnya, aduan kerusakan jalan yang viral harus menjadi prioritas penanganan. Untuk itu, ia mengandalkan pembentukan Tim URCPJ (Unit Reaksi Cepat Perbaikan Jalan) sebagai garda terdepan respons instan terhadap laporan publik.

“Respons cepat itu kunci. Jangan menunggu panjang proses, terutama untuk titik-titik yang berdampak langsung pada keselamatan pengguna jalan,” tambahnya. Kang Marhaen juga menginstruksikan agar setiap pekerjaan perbaikan melibatkan pengawas profesional demi menjamin mutu konstruksi.
Menambahkan perspektif teknis, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro menekankan pentingnya pembentukan "Super Team" di mana setiap instansi dan kecamatan tidak lagi bekerja secara terkotak-kotak. Dirinya mengingatkan bahwa pola komunikasi masyarakat saat ini telah berubah, di mana keluhan terkait infrastruktur dapat tersebar sangat cepat di media sosial.
"Tugas kita adalah memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai jadwal pengerjaan agar pemerintah tidak dianggap baru bekerja setelah viral," tegas Mas Handy.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Nganjuk Onny Supriyono dalam laporannya memaparkan kondisi teknis di lapangan yang memicu percepatan kerusakan jalan. Ia menyebut, saat ini banyak ruas jalan berlubang bahkan mulai ambles.
“Kerusakan terjadi sangat cepat. Faktor utamanya adalah intensitas curah hujan yang tinggi dan belum tersedianya saluran drainase di sepanjang jalan,” jelasnya.
Onny menambahkan, dalam beberapa kasus, jalan yang baru mengalami retak dapat berubah menjadi lubang hanya dalam waktu dua hari. Karena itu, pihaknya meminta sinergi aktif dari para camat untuk menyampaikan titik-titik kerusakan secara cepat agar segera ditangani tim teknis.
“Kami mohon dukungan camat untuk memberikan informasi lokasi kerusakan secara detail. Kecepatan informasi sangat menentukan efektivitas penanganan,” ujarnya.
Melalui koordinasi ini, diharapkan seluruh elemen pemerintah daerah dapat bergerak serentak dalam menjaga kemantapan jalan demi keamanan dan kenyamanan warga Nganjuk.