#

Tinggalkan Pola Lama, Mas Handy Wajibkan Metode "Kotak" untuk Perbaikan Jalan

Nganjuk, PING — Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, atau yang akrab disapa Mas Handy, memberikan pengarahan teknis mendalam kepada jajaran Dinas PUPR dan para Camat mengenai standarisasi perbaikan infrastruktur jalan dalam acara Rapat Koordinasi Penanganan Jalan Berlubang di wilayah Kabupaten Nganjuk bertempat di Ruang Rapat Dinas PUPR, Rabu (25/2/2026). Sebagai pejabat yang memiliki latar belakang di bidang konstruksi, Mas Handy menekankan bahwa kualitas perbaikan harus ditingkatkan agar anggaran yang dikeluarkan tidak terbuang percuma akibat kerusakan yang berulang.

Dalam paparannya, Mas Handy menyoroti kelemahan manajerial dan teknis yang selama ini membuat hasil tambalan jalan cepat rusak. Dirinya menginstruksikan beberapa langkah wajib bagi tim teknis di lapangan diantaranya :

  • Pembersihan Area (Blowing): Sebelum aspal dituangkan, lubang wajib dibersihkan menggunakan blower atau sprayer untuk memastikan tidak ada debu atau partikel lepas yang menghambat daya rekat aspal.
  • Metode Jack Hammer dan Kotak: Tim teknis dilarang langsung menambal lubang dalam bentuk bulat atau tidak beraturan. Area sekitar lubang harus dikupas menggunakan jack hammer dan dibentuk menjadi kotak agar sudutnya tegak lurus terhadap lintasan kendaraan, sehingga tambalan lebih kuat menahan beban.
  • Pembuangan "Zona Tua": Bagian aspal di sekitar lubang yang sudah retak (zona mual) harus ikut dibongkar dan dibersihkan karena berisiko merusak jaringan aspal baru jika dibiarkan.
  • Kepadatan Maksimal: Mengingat air adalah musuh utama aspal, proses pemadatan harus dilakukan secara sempurna agar tidak ada celah bagi genangan air yang dapat memicu kerusakan baru.

Mas Handy juga merombak pola kerja tim lapangan untuk meningkatkan produktivitas. Ia meminta agar personel yang paling kompeten dijadikan Tim Survei yang bertugas menentukan kebutuhan volume aspal harian secara presisi.

"Jangan sampai tim teknis bekerja sepanjang hari di bawah panas, namun hasilnya tidak maksimal karena perencanaan volume yang salah," tegasnya. Dirinya menargetkan produktivitas tim harus meningkat dari biasanya, dengan rata-rata kebutuhan material minimal 6 hingga 8 ton per hari agar dampak perbaikan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Secara strategis, Mas Handy mengingatkan agar anggaran perbaikan difokuskan pada "batang" atau jalan-jalan poros utama terlebih dahulu sebelum menangani jalan pendukung. “Jalan sebagus apa pun akan sia-sia jika tidak didukung oleh sistem drainase yang baik di kanan dan kirinya,” tegasnya.

Untuk menjaga keamanan selama pengerjaan, Mas Handy menginstruksikan pemasangan tanda peringatan di kedua sisi titik perbaikan (Timur dan Barat) agar tidak membahayakan pengguna jalan yang melintas. Dengan penerapan metode teknis yang disiplin ini, Mas Handy berharap kualitas jalan di Kabupaten Nganjuk dapat segera "naik kelas" dan memiliki daya tahan yang lebih lama.