#

Ratusan Tukang Becak Lansia di Nganjuk Terima Bantuan Becak Listrik Gratis dari Presiden Prabowo

Nganjuk, PING– Sebanyak 220 unit becak listrik resmi diserahterimakan kepada tukang becak di Kabupaten Nganjuk pada Kamis (26/2/2026) di Pendopo KRT. Sorokoesoemo. Bantuan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ini disalurkan secara langsung oleh Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN).

Hadir dalam penyerahan bantuan, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha YGSN, Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, menegaskan bahwa pengadaan becak modern ini sama sekali tidak membebani keuangan negara. Ia menyebut bahwa seluruh biaya pengadaan murni berasal dari kantong pribadi Presiden Prabowo, bukan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Mengingat harga per unit becak mencapai Rp 22 juta, total nilai bantuan yang dikucurkan untuk 220 unit di Kabupaten Nganjuk diperkirakan mendekati angka Rp 5 miliar.

Lebih lanjut, Firman Dahlan menjelaskan bahwa program ini tidak diberikan secara sembarangan, melainkan menyasar target yang sangat spesifik. Bantuan ini diprioritaskan bagi para pengayuh becak konvensional yang usianya telah menginjak 55 hingga 60 tahun ke atas. Misi utamanya adalah agar para lansia tersebut tidak perlu lagi memeras tenaga untuk mengayuh becak secara manual.

Guna memastikan bantuan tepat guna, Firman memberikan peringatan tegas berupa syarat mutlak kepemilikan. "Becak listrik ini tidak boleh dijual, tidak boleh disewakan, dan tidak boleh digadaikan," tegasnya.

Di tempat yang sama, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyambut baik program ini dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian nyata yang diberikan kepada "wong cilik" di wilayahnya. Melihat tingginya antusiasme serta kebutuhan di lapangan yang masih besar, Bupati Marhaen menyatakan niatnya untuk memperluas jangkauan program. Pihaknya berencana untuk kembali mengajukan tambahan sekitar 200 unit becak listrik agar manfaat dari inisiatif ini dapat dirasakan merata oleh para pengayuh becak lansia di seluruh kecamatan se-Kabupaten Nganjuk.