Gali Potensi Konten Kreator Muda, MGBK SMP Kabupaten Nganjuk Gelar Lomba Video Pendek Hardiknas
- 22-05-2026
Nganjuk, PING– Pemerintah Kabupaten Nganjuk secara resmi menggelar acara Serah Terima Bantuan Becak Listrik dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada hari Kamis, 26/2/2026. Bertempat di Pendopo KRT. Sorokoesoemo, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi memimpin langsung penerimaan 220 unit becak listrik yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN).
Dalam momen tersebut, Kang Marhaen sapaan akrab Bupati Nganjuk mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas perhatian yang diberikan. Ia menilai bantuan ini sebagai wujud nyata kepedulian yang langsung menyentuh urat nadi perekonomian rakyat kecil di daerahnya. "Ini adalah bentuk kepedulian nyata kepada masyarakat bawah, kaum marhaen, wong cilik, yang sehari-hari berjuang di jalanan," ungkap Bupati Marhaen dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Kang Marhaen menyoroti pentingnya ketepatan sasaran dari program bantuan inisiatif Presiden ini. Ia menjelaskan bahwa ratusan becak listrik tersebut didedikasikan khusus bagi para pengayuh becak konvensional yang usianya telah mencapai 55 hingga 60 tahun ke atas. Dengan adanya inovasi tenaga listrik, para lansia ini diharapkan tidak perlu lagi memeras tenaga fisik secara berlebihan saat mengais rezeki.

Untuk menjaga amanah yang diberikan, Bupati memberikan peringatan keras dan tegas kepada seluruh penerima manfaat agar tidak menyalahgunakan bantuan. Terdapat aturan mutlak yang mengikat kepemilikan armada becak listrik tersebut. "Saya tegaskan, becak listrik ini murni untuk bekerja. Tidak boleh dijual, tidak boleh disewakan, dan jangan sampai digadaikan," tegas Bupati Marhaen di hadapan para tukang becak.
Komitmen menjaga bantuan ini juga diwujudkan secara formal melalui penandatanganan Naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pihak YGSN dan perwakilan lima orang tukang becak pada acara pagi itu. Hal ini selaras dengan penegasan Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha YGSN, Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, terkait sumber pendanaan. "Bantuan ini murni menggunakan dana pribadi Bapak Presiden Prabowo, bukan dari APBN, sehingga peruntukannya harus benar-benar dijaga," jelas Firman Dahlan.

Menyadari tingginya antusiasme masyarakat serta luasnya wilayah teritorial Kabupaten Nganjuk, Bupati Marhaen rupanya tidak ingin program ini berhenti pada tahap ini saja. Ia telah memetakan tingginya kebutuhan di lapangan dan menyiapkan rencana strategis untuk memperluas jangkauan penerima manfaat. "Melihat antusiasme dan kebutuhan di lapangan, ke depan kita akan ajukan tambahan sekitar 200 unit lagi agar bisa merata ke seluruh kecamatan di Nganjuk," tutur Bupati Marhaen terkait rencana ke depannya.
Melalui rencana penambahan kuota tersebut, distribusi armada ramah lingkungan ini ditargetkan bisa menyentuh para lansia secara menyeluruh. Selain itu, mengusung semangat "Gas Nol Emisi, Gas Pol Rezeki", operasional becak akan didukung penuh oleh fasilitas stasiun pengisian daya (charging station) gratis yang disiapkan oleh YGSN. Rangkaian acara serah terima yang penuh haru ini pun ditutup dengan kemeriahan konvoi bersama menaiki becak di depan Pendopo.