Gali Potensi Konten Kreator Muda, MGBK SMP Kabupaten Nganjuk Gelar Lomba Video Pendek Hardiknas
- 22-05-2026
Nganjuk, PING — Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro menjadi narasumber utama dalam kegiatan Pembinaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) se-Kabupaten Nganjuk Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Anjuk Ladang, Kamis (26/2/2026). Dalam paparannya, Wabup Trihandy menegaskan bahwa remaja menempati posisi yang sangat strategis sebagai agen perubahan, khususnya dalam edukasi dan pencegahan HIV/AIDS berbasis sebaya.
Lebih lanjut, orang yang akrab disapa Mas Handy itu menjelaskan bahwa karakteristik remaja sebagai kelompok usia transisi yang rentan namun sekaligus memiliki potensi besar untuk menyebarkan informasi yang benar.
“Remaja adalah masa transisi dari anak menuju dewasa. Mereka merasa sudah bisa mandiri, egonya besar, dan rasa ingin tahunya sangat tinggi. Pada kondisi inilah remaja menjadi kelompok yang sangat rentan terhadap HIV/AIDS,” jelasnya.

Mas Handy menekankan bahwa pendekatan edukasi sebaya melalui PIK-R dan Forum Genre jauh lebih efektif karena remaja lebih mudah menerima pesan dari teman seusianya.
“Remaja merupakan agen perubahan yang paling efektif di antara teman sebaya. Mereka punya potensi besar untuk menyebarkan informasi yang benar dan menghilangkan stigma,” tegasnya.
Selain itu, Mas Handy juga mengingatkan pentingnya literasi digital di kalangan remaja, mengingat derasnya arus informasi di media sosial. “Kalau menyebarkan informasi apa pun, pastikan itu benar dan bersumber jelas. Media sosial bisa menjadi alat edukasi yang sangat kuat, tetapi juga berbahaya jika isinya keliru,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Handy turut mendorong remaja agar memiliki tujuan hidup dan perencanaan masa depan yang jelas sebagai benteng dari perilaku berisiko.
“Ketika seseorang punya tujuan dan rencana hidup, energinya akan habis untuk mengejar cita-cita. Ia tidak akan sempat berpikir ke hal-hal negatif seperti penyalahgunaan narkoba, seks bebas, atau perilaku berisiko lainnya,” tandasnya.

Ia juga menyoroti masih tingginya tantangan remaja, termasuk pernikahan dini dan minimnya pemahaman tentang HIV/AIDS, sehingga peran PIK-R dinilai sangat krusial.
“Remaja adalah kunci, bagian dari solusi, bukan sekadar bagian dari masalah. Jika diedukasi dengan benar, mereka punya kekuatan besar untuk mengubah masa depan,” pungkasnya.
Melalui pembinaan PIK-R ini, Mas Handhy berharap para pengurus PIK-R, Forum Genre, dan Duta Genre mampu menjadi ujung tombak edukasi sebaya di sekolah dan masyarakat, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan target Kabupaten Nganjuk menuju generasi sehat, berencana, dan bebas penularan HIV/AIDS pada 2030.