Gali Potensi Konten Kreator Muda, MGBK SMP Kabupaten Nganjuk Gelar Lomba Video Pendek Hardiknas
- 22-05-2026
Nganjuk, PING – Warga Dusun Bandung, Desa Betet, Kecamatan Ngronggot, akhirnya bisa bernapas lega setelah keluhan mereka terkait kondisi jalan rusak mendapat perhatian langsung dari pemerintah daerah. Aksi menanam pohon pisang di tengah jalan yang sempat viral dilakukan warga sebagai bentuk keprihatinan sekaligus upaya terakhir untuk menyuarakan aspirasi yang selama bertahun-tahun belum terjawab.
Salah satu warga Dusun Bandung RT 27, Rina, menuturkan bahwa ruas jalan tersebut merupakan jalan alternatif penghubung antar desa yang memiliki peran vital bagi aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas warga, distribusi hasil industri batu bata, hingga akses pendidikan dan layanan kesehatan. Namun, kondisi jalan yang rusak parah telah berlangsung lebih dari 10 tahun tanpa perbaikan signifikan.
“Jalan ini sudah rusak lebih dari sepuluh tahun. Kami sebagai warga sudah sering mengajukan permohonan agar segera diperbaiki, tapi belum ada tindak lanjut. Aksi ini bukan untuk membuat keributan, tapi untuk menyampaikan aspirasi, karena itu memang hak kami sebagai warga,” ungkapnya.

Menurut Rina, kondisi jalan yang berlubang dan tergenang air saat hujan tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan. Tidak sedikit pengendara sepeda motor yang terjatuh, terutama pada malam hari atau saat hujan deras.
Aksi tanam pohon pisang dilakukan secara swadaya dan damai oleh warga sekitar sebagai simbol bahwa jalan tersebut sudah tidak lagi layak dilalui kendaraan. Di luar dugaan, aksi tersebut mendapat perhatian luas hingga akhirnya pemerintah daerah merespons dengan cepat.
“Alhamdulillah, setelah aksi itu, kami mendapat kabar bahwa Bapak Bupati Nganjuk akan datang langsung. Dan ternyata benar, Pak Marhaen Bupati Nganjuk hadir, melihat langsung kondisi jalan kami, bahkan alat berat sudah didatangkan untuk perbaikan darurat. Kami benar-benar berterima kasih,” lanjutnya.
Warga Dusun Bandung menyambut positif langkah penanganan darurat yang dilakukan pemerintah. Meski demikian, mereka berharap perbaikan tidak berhenti pada tahap sementara. Harapan terbesar warga adalah realisasi perbaikan permanen berupa rabat beton, khususnya di ruas sekitar 300 meter di perempatan Bandung ke arah utara yang dinilai paling parah.
Bagi warga Desa Betet khususnya Dusun Bandung, kehadiran langsung Bupati Nganjuk menjadi simbol bahwa suara masyarakat di tingkat bawah tetap memiliki arti. Mereka berharap momentum ini menjadi titik awal penyelesaian persoalan infrastruktur desa secara berkelanjutan, sehingga masalah serupa tidak terus berulang di masa mendatang. (AR/BG/YS/CS)