Gali Potensi Konten Kreator Muda, MGBK SMP Kabupaten Nganjuk Gelar Lomba Video Pendek Hardiknas
- 22-05-2026
Nganjuk, PING – Komitmen Pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam mempercepat transformasi digital kembali ditegaskan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi saat menghadiri Forum Perangkat Daerah (FPD) Penyusunan Rencana Kerja 2027 yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk di Ruang Rapat Dinas PUPR, Senin (9/2/2026).
Di hadapan jajaran perangkat daerah, Bupati Marhaen menekankan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat daya saing ekonomi, serta menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku masyarakat.
Dalam arahannya, orang yang akrab disapa Kang Marhaen itu menetapkan empat pilar utama pembangunan digital Nganjuk, yakni Infrastruktur Digital, Pemerintah Digital, Masyarakat Digital, dan Ekonomi Digital sebagai fondasi Renja 2027.
Pada aspek Infrastruktur Digital, Bupati menginstruksikan agar pembangunan jaringan fiber optik, Wi-Fi publik, dan CCTV secara merata hingga ke desa, sekolah, dan balai desa. Infrastruktur tersebut dinilai krusial dalam mendukung Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) serta menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

“CCTV dan jaringan ini bukan sekadar proyek. Ini kebutuhan untuk memberi kepastian, keamanan, dan kenyamanan masyarakat, terutama di kawasan ekonomi,” tegasnya.
Sementara itu, pada pilar Pemerintah Digital, Kang Marhaen menuntut birokrasi yang lebih efisien dan terintegrasi. Layanan publik didorong berbasis digital melalui Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan aplikasi Nganjuk Smart City, dengan dukungan integrasi data lintas OPD melalui Nganjuk Satu Data.
“Masyarakat Nganjuk harus memiliki kebanggaan terhadap Nganjuk Smart City. Pembangunan infrastruktur tidak akan berarti apabila tata kelola pemerintahan masih dilakukan secara manual. Nganjuk harus dapat diakses secara digital dalam satu genggaman,” ucapnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Kang Marhaen bahkan melakukan pengecekan langsung kepada peserta FPD untuk memastikan aplikasi Nganjuk Smart City telah diunduh dan digunakan.
Pada pilar Masyarakat Digital, Kang Marhaen menekankan pentingnya peningkatan literasi teknologi agar masyarakat tidak tertinggal. Salah satu program yang disoroti adalah Tani Muda Digital, merupakan program Omah Tandang yang berada dibawah naungan Diskominfo Nganjuk dengan harapan mampu mengubah citra pertanian menjadi sektor modern dan diminati generasi muda.

“Kalau anak muda paham teknologi, pertanian juga harus mengikuti. Jangan sampai sawah ditinggal karena dianggap tidak menjanjikan,” ungkapnya.
Adapun pilar Ekonomi Digital diarahkan untuk mendorong pelaku usaha dan pasar tradisional agar beradaptasi dengan sistem daring. Menurut Kang Marhaen, perubahan perilaku konsumen menuntut UMKM dan pedagang untuk masuk ke ekosistem digital agar tetap kompetitif.
Selain transformasi digital, Kang Marhaen juga mengingatkan agar seluruh OPD terkait efisiensi dan ketepatan perencanaan anggaran. Ia menegaskan bahwa setiap program harus menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan memiliki dampak langsung.
“Buatlah program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kalau pemerintah ingin tapi masyarakat tidak butuh, itu namanya manajemen ‘Joko Sembung’, enggak nyambung,” katanya dengan tegas.
Menutup arahannya, Kang Marhaen menekankan pentingnya perencanaan berbasis data dan pemahaman regulasi agar pembangunan Kabupaten Nganjuk ke depan berjalan lebih terarah, adaptif, dan berkelanjutan.