#

Jaga Aset Daerah, Dishub Nganjuk Perketat Pengawasan Truk di Jalur Crossing

Nganjuk, PING – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Nganjuk bersama jajaran Satlantas Polres Nganjuk menggelar aksi tegas berupa giat penghalauan kendaraan muatan material tambang pada Senin, 9 Februari 2026. Fokus operasi kali ini menyasar area crossing SMPN 1 Loceret, yang kerap menjadi jalur "kucing-kucingan" para sopir truk yang melanggar rambu lalu lintas.

Langkah ini diambil sebagai respons atas maraknya kendaraan berat yang nekat menerobos jalur larangan dan masuk ke area perkotaan. Selain mengganggu kelancaran lalu lintas, keberadaan kendaraan bermuatan berlebih ini dinilai menjadi faktor utama rusaknya infrastruktur jalan di Kabupaten Nganjuk.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nganjuk, Suharono, menegaskan bahwa penertiban ini merupakan langkah krusial untuk menjaga usia pakai jalan dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan lainnya.

"Mengingat banyaknya kendaraan yang menerobos rambu larangan yang telah dipasang, sehingga banyak kendaraan material yang masuk ke dalam kota. Hal ini menyebabkan banyaknya infrastruktur yang mengalami kerusakan," ujar Kadis Suharono di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa titik di SMPN 1 Loceret menjadi krusial karena sering dijadikan akses masuk kendaraan besar menuju pusat kota. "Untuk itu, kami melaksanakan penertiban penghalauan terhadap kendaraan yang berupaya masuk ke dalam kota melalui jalan di crossing SMPN 1 Loceret. Ini kami lakukan demi menertibkan dan mengamankan infrastruktur yang ada di Kota Nganjuk," tegasnya.

Kegiatan yang melibatkan personel gabungan ini tidak hanya memberikan teguran, tetapi juga memutar balik kendaraan yang kedapatan melanggar aturan tonase dan rute jalan.

Dishub dan Satlantas Polres Nganjuk memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala di titik-titik rawan pelanggaran. Diharapkan melalui operasi rutin seperti ini, para pelaku usaha tambang dan logistik dapat lebih patuh terhadap regulasi yang ada, sehingga anggaran pemeliharaan jalan dapat dialokasikan lebih efektif tanpa harus terus-menerus memperbaiki kerusakan akibat beban berlebih (overload).