Gali Potensi Konten Kreator Muda, MGBK SMP Kabupaten Nganjuk Gelar Lomba Video Pendek Hardiknas
- 22-05-2026
Nganjuk, PING– Pemerintah Kabupaten Nganjuk menunjukkan langkah proaktif dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Melalui High Level Meeting (HLM) dan Rapat Kerja Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar di Ruang Rapat Roro Kuning Pemkab Nganjuk, Rabu (11/2/2026), Pemkab bersama Forkopimda dan para pemangku kepentingan memperkuat sinergi untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman dan terjangkau.
Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, didampingi Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro, Sekretaris Daerah, serta Asisten Kesejahteraan Rakyat. Hadir pula kepala OPD terkait, Badan Pusat Statistik (BPS) Nganjuk, serta mitra strategis dari Perum BULOG Kantor Cabang Kediri dan Bank Indonesia Kediri.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi peningkatan permintaan pasar. Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pengendalian harga, tetapi juga memastikan seluruh ekosistem pangan berjalan sehat dan berkelanjutan.

“Kita ingin memastikan warga Nganjuk bisa menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan tenang, tanpa terbebani lonjakan harga bahan pokok yang tidak terkendali,” ujar Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen itu.
Dalam arahannya, Kang Marhaen memaparkan empat pilar utama pengendalian inflasi daerah yang menjadi pedoman bersama. Pilar tersebut meliputi keterjangkauan harga melalui pemantauan pasar rutin, ketersediaan pasokan dengan menjamin stok pangan yang cukup, kelancaran distribusi agar rantai pasok tidak terhambat, serta komunikasi efektif kepada masyarakat untuk mendorong perilaku belanja bijak dan mencegah panic buying.
Sebagai tindak lanjut konkret, Pemkab Nganjuk bersama Bank Indonesia dan BULOG akan mengintensifkan Operasi Pasar Murah (OPM) di sejumlah titik strategis. Selain itu, penguatan data neraca pangan daerah secara real-time juga menjadi prioritas guna mendukung pengambilan kebijakan yang cepat dan tepat.
Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro menyoroti tantangan khas menjelang Ramadan yang berkaitan dengan peningkatan permintaan, potensi gangguan suplai, dan faktor psikologis pasar. Ia menjelaskan bahwa perubahan pola konsumsi masyarakat, terutama peningkatan konsumsi protein hewani, kerap memicu tekanan harga.
Namun demikian, Mas Handy juga menyampaikan optimisme. Berdasarkan data lapangan, Kabupaten Nganjuk diprediksi memasuki masa panen raya pada akhir Februari hingga awal Maret 2026. Kondisi ini diharapkan menjadi penopang kuat ketersediaan stok pangan sekaligus menjaga stabilitas harga di awal bulan puasa.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Handy juga menekankan pentingnya akurasi data komoditas sebagai dasar kebijakan. Belajar dari pengalaman sebelumnya terkait pendataan harga bawang merah, ia meminta agar pendataan dilakukan secara objektif dan mencerminkan variasi kualitas produk di pasar.
“Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat. Ini penting agar tidak muncul persepsi inflasi yang keliru di tingkat provinsi maupun pusat,” tegasnya.
Menghadapi potensi risiko cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi produksi dan distribusi, Mas Handy mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga pilar ketersediaan pasokan. Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, BULOG, BI, dan seluruh pemangku kepentingan, Pemkab Nganjuk optimistis stabilitas ekonomi daerah dapat terjaga dengan baik.
Melalui langkah antisipatif dan kolaboratif ini, Pemkab Nganjuk menegaskan komitmennya untuk hadir melindungi masyarakat, memastikan kebutuhan pokok tercukupi, serta menciptakan suasana Ramadan dan Idul Fitri yang aman, nyaman, dan penuh ketenangan bagi seluruh warga.