Gali Potensi Konten Kreator Muda, MGBK SMP Kabupaten Nganjuk Gelar Lomba Video Pendek Hardiknas
- 22-05-2026
Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk secara resmi menggelar Sosialisasi Advokasi Pelaksanaan Sekolah/Madrasah Siaga Kependudukan (SSK) sekaligus Deklarasi Dukungan Penguatan SSK di Pendopo KRT Sosro Koesoemo pada Kamis (12/2/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter dan berencana.
Acara yang dihadiri oleh ratusan kepala sekolah dari jenjang SD hingga SMA/Madrasah se-Kabupaten Nganjuk ini dibuka langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi. Turut hadir pula Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, serta Bunda GenRe Kabupaten Nganjuk, S. Wahyuni Marhaen.

Dalam arahannya, Bupati Marhaen menekankan pentingnya intervensi pendidikan terhadap fenomena sosial remaja saat ini. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingginya angka dispensasi nikah yang mayoritas disebabkan oleh kehamilan di luar nikah.
"Data menunjukkan dari 157 pengajuan dispensasi nikah, 150 di antaranya dikabulkan, dan 100 kasus karena sudah hamil duluan. Ini adalah alarm bagi kita semua untuk lebih serius membentengi anak-anak kita," tegas Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen tersebut.
Selain literasi kependudukan, Kang Marhaen mendorong Dinas Pendidikan untuk menginisiasi kegiatan yang melatih kemandirian dan daya juang siswa. Ia mendorong sekolah untuk kembali menghidupkan aktivitas yang melatih kemandirian dan ketangguhan siswa, seperti kegiatan perkemahan dengan konsep sederhana yang menumbuhkan daya juang.
"Anak-anak perlu diajak kembali ke alam, seperti kegiatan berkemah yang mandiri. Mereka harus dilatih berjuang agar mentalnya tangguh dan tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan hidup," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nganjuk, Asti Widyartini, menjelaskan bahwa program SSK ini diikuti oleh 186 peserta. Ia memastikan materi kependudukan dan kesehatan reproduksi akan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada, sehingga tidak menambah beban kurikulum baru.
"Tujuannya adalah agar peserta didik memiliki wawasan kependudukan yang luas dan mampu merencanakan masa depannya, sehingga siap mewujudkan keluarga yang berkualitas," ucapnya.
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama penguatan SSK oleh Bupati Nganjuk bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Nganjuk, Kepala Kantor Kemenag Nganjuk, Kepala Dinas PPKB Nganjuk.
Melalui deklarasi ini, Pemkab Nganjuk berharap seluruh lembaga pendidikan dapat menjadi garda terdepan dalam membentuk remaja yang cerdas akademik, sehat secara reproduksi, dan matang dalam perencanaan hidup demi menyongsong Indonesia Emas 2045.