Gali Potensi Konten Kreator Muda, MGBK SMP Kabupaten Nganjuk Gelar Lomba Video Pendek Hardiknas
- 22-05-2026
Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk terus memacu transformasi digital di lingkungan birokrasi. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemkab menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Admin Media Sosial dan Publikasi guna memperkuat diseminasi informasi publik dan pelayanan masyarakat berbasis digital.
Acara yang digelar pada Selasa, 12 Februari 2026 ini berlangsung di Ruang Rapat Anjuk Ladang dan dihadiri langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi. Kegiatan ini bertujuan untuk menyeragamkan standar pengelolaan media sosial di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar lebih profesional, responsif, dan edukatif.

Dalam arahannya, Bupati Marhaen menegaskan bahwa media sosial bukan sekadar tren, melainkan instrumen vital untuk membangun social branding Kabupaten Nganjuk. Ia menekankan bahwa masyarakat berhak mengetahui kinerja pemerintah yang dibiayai oleh pajak rakyat.
"Bikin medsos itu harus positif. Jangan menonjolkan ke figur pribadinya, tapi tonjolkan giat-giat pelayanannya," tegas Kang Marhaen dihadapan peserta bimtek.
Beliau mencontohkan, aksi cepat petugas Pemadam Kebakaran atau inovasi di layanan kesehatan harus dipublikasikan secara aktif. Hal ini bertujuan agar masyarakat merasakan kehadiran pemerintah di tengah-tengah mereka.
“Brand Nganjuk itu harus kita angkat bareng-bareng. Caranya bagaimana? Setiap organisasi wajib aktif di media sosial dengan keunikan masing-masing," imbuhnya.
Selain media sosial, Kang Marhaen juga menginstruksikan seluruh ASN dan masyarakat untuk mengoptimalkan aplikasi Nganjuk Smart City. Aplikasi ini dirancang sebagai pusat data dan layanan terintegrasi, mulai dari info lowongan kerja hingga fitur pengaduan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Nganjuk, Subani, menjelaskan bahwa sinergi antar-admin sangat diperlukan mengingat populasi Nganjuk yang telah menembus angka 1 juta jiwa. Menurutnya, informasi pembangunan harus tersampaikan hingga ke tingkat desa dan kelurahan secara berantai.
"Penyebaran informasi publik ini wajib kita suarakan bersama. Jika ada kegiatan bupati atau program unggulan di satu OPD, admin lain harus ikut menyebarkan agar jangkauannya luas dan masif," kata Subani.
Di sisi teknis, Subani juga mengingatkan para admin untuk lebih mawas diri terhadap perkembangan teknologi, termasuk potensi manipulasi informasi melalui Artificial Intelligence (AI) dan penyebaran hoaks.
Melalui Bimtek ini, diharapkan para pengelola media sosial di lingkungan Pemkab Nganjuk tidak hanya menjadi operator teknis, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga reputasi daerah. Dengan informasi yang cepat dan transparan, slogan "Nganjuk Melesat" diharapkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. (YS/CS/BG/AR)