#

Jadi Mentor Admin Medsos, Wabup Trihandy : Lawan Hoaks, Banjiri Digital dengan Prestasi Nganjuk!

Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk mengambil langkah serius dalam memenangkan pertempuran informasi di ruang digital. Melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Admin Media Sosial dan Publikasi yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika pada Selasa, 12 Februari 2026, para pengelola konten OPD digembleng langsung oleh Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, dan pengamat komunikasi Danis Kirana.

Bertempat di Ruang Rapat Anjuk Ladang, kegiatan ini menjadi momentum transformasi komunikasi publik Pemkab Nganjuk dari sekadar administratif menjadi lebih komunikatif dan berdampak.

Dalam sesi bertajuk "Akselerasi: Dari Transparansi Menuju Kepercayaan Masyarakat", Wabup Trihandy memperkenalkan strategi Crowding Out. Ia menegaskan bahwa cara paling efektif mematikan isu miring bukanlah dengan perdebatan tanpa ujung, melainkan dengan membanjiri ruang digital melalui prestasi dan informasi pelayanan yang valid secara masif.

"Kita tidak boleh membiarkan ruang hampa di media sosial. Jika kita diam, ruang itu akan diisi oleh persepsi liar dan hoaks. Maka, admin OPD harus proaktif. Jangan menunggu bola, tapi jemput bola dengan konten yang mencerahkan," tegas Mas Handy.

Tak hanya soal konten, Mas Handy juga mengingatkan pentingnya menjaga mentalitas pelayanan di kolom komentar. Ia meminta para admin untuk tidak bersikap defensif atau "baper" saat menghadapi kritik.

"Media sosial adalah meja pelayanan kita yang baru. Kalau di kantor kita bisa tersenyum pada tamu, di media sosial kita juga harus menunjukkan keramahan yang sama. Kritik adalah bahan bakar kita untuk memperbaiki diri, bukan untuk dimusuhi," imbuhnya dengan lugas.

Untuk memperkuat jangkauan informasi, Mas Handy memimpin langsung praktik cross-engagement, di mana seluruh peserta diminta saling mengikuti (follow) dan membagikan ulang (repost) konten antar-OPD secara serentak. Ia menekankan bahwa sinergi antar-admin adalah kunci kekuatan narasi pemerintah.

"Ingat, satu postingan Anda yang bermanfaat bisa menyelamatkan satu warga yang sedang membutuhkan informasi. Jadilah admin yang punya hati dan solusi," pungkasnya.

Senada dengan visi tersebut, Communication Strategist & Co-Founder DAKO Indonesia, Danis Kirana, memberikan sentuhan teknis mengenai pentingnya humanisasi konten. Menurutnya, hambatan terbesar komunikasi pemerintah selama ini adalah gaya bahasa yang terlalu kaku menyerupai surat resmi.

"Branding pemerintah itu tentang 'rasa' atau persepsi warga. Tantangan kita adalah mengubah pola komunikasi administratif menjadi komunikatif agar pesan pembangunan sampai ke hati masyarakat," jelas Danis.

Danis memaparkan rumus copywriting yang fokus pada aspek Cepat, Akurat, dan Edukatif. Ia menekankan bahwa admin hanya memiliki waktu 3 detik pertama untuk merebut perhatian audiens. Ia juga menyarankan setiap OPD memiliki "persona" yang jelas seperti Dinas Sosial sebagai "Sahabat Solutif" agar konten lebih relevan dan menyentuh emosi warga.

Melalui kolaborasi strategi kebijakan dari Wakil Bupati dan keahlian teknis dari praktisi profesional, kegiatan ini diharapkan mampu mengubah paradigma admin medsos di lingkungan Pemkab Nganjuk agar menjadi pelayan publik yang responsif di dunia maya.(YS/CS/BG/AR)