Gali Potensi Konten Kreator Muda, MGBK SMP Kabupaten Nganjuk Gelar Lomba Video Pendek Hardiknas
- 22-05-2026
Nganjuk, PING – Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, memimpin langsung Apel Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dirangkaikan dengan kerja bakti bersama di kawasan Jembatan Kedung Pedet, Kecamatan Nganjuk, Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Nganjuk, Kapolres Nganjuk, Kejaksaan Negeri Nganjuk, Kepala OPD, serta masyarakat sekitar.
Dalam arahannya, Bupati Marhaen menegaskan bahwa gerakan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi pemerintah pusat terkait penguatan pengelolaan sampah dan pengendalian risiko banjir. Ia menekankan bahwa kerja bakti harus berorientasi pada fungsi ekologis, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“DLH dan PUPR cek juga saluran-saluran, termasuk yang berpotensi banjir. Sekarang yang masih banjir daerah Gondang Kulon, Rejoso, dan Ngadiboyo,” tegasnya.
Fokus kegiatan mencakup pembersihan sampah di bantaran sungai, normalisasi saluran air, serta identifikasi titik genangan yang berisiko saat intensitas hujan tinggi.

Momentum apel dimanfaatkan untuk menyepakati agenda kerja bakti massal skala kabupaten pada “Rabu Pahing” pekan depan, sebelum memasuki bulan Ramadan. Seluruh elemen masyarakat dari tingkat RT, RW, dusun, desa, kelurahan, hingga kecamatan diwajibkan berpartisipasi.
Kang Marhaen juga menginstruksikan pelibatan instansi vertikal, sektor perbankan, dunia usaha, serta perusahaan di sepanjang Jalan A. Yani. Satuan pendidikan mulai dari TK hingga perguruan tinggi turut diminta ambil bagian dalam aksi kolektif tersebut.
Pendekatan ini dirancang berbasis kolaborasi lintas sektor, guna memastikan dampak yang sistemik dan berkelanjutan terhadap kebersihan lingkungan serta pengurangan potensi bencana hidrometeorologi.

Melalui Surat Edaran Nomor 600.4/377/411.000/2026 tertanggal 9 Februari 2026, Bupati juga mengatur kewajiban kerja bakti mingguan (Kurve) bagi ASN dan Non-ASN di lingkungan Pemkab Nganjuk.
Selain itu, diterapkan kebijakan pemilahan sampah organik dan non-organik di setiap unit kerja, serta pembatasan penggunaan plastik sekali pakai dalam kegiatan rapat dan acara resmi. Pegawai diimbau menggunakan tumbler atau botol minum pribadi sebagai bentuk pengurangan sampah dari sumbernya.
Kegiatan apel ditutup dengan aksi bersih-bersih di sekitar Jembatan Kedung Pedet dan penanaman pohon di lahan kosong sebagai upaya konservasi tanah dan peningkatan daya serap air.
Gerakan Indonesia ASRI di Kabupaten Nganjuk diharapkan menjadi praktik kolektif yang konsisten, terukur, dan berdampak langsung terhadap kualitas lingkungan hidup masyarakat.