Gali Potensi Konten Kreator Muda, MGBK SMP Kabupaten Nganjuk Gelar Lomba Video Pendek Hardiknas
- 22-05-2026
Nganjuk, PING– Pemerintah Provinsi Jawa Timur menekankan pentingnya penguatan pelayanan dasar sebagai fondasi utama dalam perencanaan pembangunan daerah tahun 2027. Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur, Mohammad Yasin, saat memaparkan kebijakan perencanaan pembangunan daerah dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Nganjuk Tahun 2027 di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Rabu (11/3/2026).
Dalam paparannya, Mohammad Yasin menjelaskan bahwa penyusunan dokumen perencanaan pembangunan harus dilakukan secara sistematis dengan memperhatikan sejumlah pendekatan penting, mulai dari teknokratik, politis, hingga partisipatif. Ia menegaskan bahwa perencanaan pembangunan harus mampu menjawab berbagai persoalan daerah sekaligus selaras dengan visi dan misi kepala daerah yang telah dituangkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Perencanaan pembangunan harus mampu menjawab janji politik kepala daerah yang sudah dituangkan dalam RPJMD. Karena itu seluruh program yang direncanakan harus sejalan dengan visi dan misi kepala daerah,” ujar Mohammad Yasin.

Ia juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam proses penyusunan dokumen perencanaan pembangunan melalui forum Musrenbang. Menurutnya, pendekatan partisipatif menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa setiap program pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah.
“Musrenbang ini adalah forum penting agar seluruh elemen masyarakat bisa memberikan masukan. Dengan begitu dokumen perencanaan yang kita susun benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga diminta untuk menyelaraskan program pembangunan dengan kebijakan nasional, khususnya sejumlah program prioritas yang saat ini menjadi fokus pemerintah pusat, seperti program makan bergizi gratis, sekolah rakyat, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga penguatan koperasi desa Merah Putih.
Di sektor kesehatan, Mohammad Yasin menekankan pentingnya pendekatan promotif dan preventif melalui program pemeriksaan kesehatan gratis secara berkala. Menurutnya, upaya pencegahan sejak dini akan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika penyakit sudah dalam kondisi berat.

“Kalau masyarakat rutin melakukan cek kesehatan, kita bisa mendeteksi penyakit lebih awal. Lebih baik mencegah sejak dini daripada ketika sudah sakit berat baru ditangani,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mohammad Yasin menekankan bahwa sektor pertanian merupakan pilar utama ekonomi Kabupaten Nganjuk. Penguatan sektor ini dinilai krusial tidak hanya demi kedaulatan pangan, tetapi juga sebagai strategi strategis dalam mendongkrak taraf hidup warga serta menekan laju kemiskinan di daerah yang berbasis agraris tersebut.
Mengakhiri pemaparannya, Mohammad Yasin menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan akan menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah di masa mendatang.
“Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi dan kerja sama yang kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota agar pembangunan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (ar/ys/cs)