Gali Potensi Konten Kreator Muda, MGBK SMP Kabupaten Nganjuk Gelar Lomba Video Pendek Hardiknas
- 22-05-2026
Nganjuk, PING- Bupati Nganjuk, Kang Marhaen, menghadiri kegiatan sahur bersama yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Nganjuk, Kamis (12/3/2026) dini hari. Acara berlangsung di Gedung PCNU Nganjuk, Kecamatan Sukomoro.
Kegiatan sahur bersama tersebut diawali dengan doa bersama dan tahlilan, kemudian dilanjutkan dengan santap sahur bersama para pengurus NU serta tokoh masyarakat.
Ketua PCNU Nganjuk, KH. Moh. Hasyim Afandi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sahur bersama ini merupakan tradisi yang rutin dilakukan PCNU sebagai bentuk kebersamaan dan penguatan silaturahmi antar pengurus, mulai tingkat cabang hingga ranting.
Pada kesempatan tersebut, PCNU Nganjuk juga memberikan kenang-kenangan berupa sarung kepada para pengurus. Sarung tersebut berasal dari dividen usaha NU Chless, salah satu produk yang dikembangkan PCNU Nganjuk.

Selain itu, PCNU Nganjuk juga menerima zakat mal berupa 5 ton beras dari Yayasan Mar’atin Nganjuk untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
KH. Moh. Hasyim Afandi juga memaprakan beberapa porgam PCNU Nganjuk. Di bidang kesehatan, PCNU Nganjuk tengah mempersiapkan perizinan pembangunan Rumah Sakit NU di Kabupaten Nganjuk. Sementara di sektor ekonomi, NU juga terus mengembangkan berbagai unit usaha, di antaranya produk NU Chless, rokok NU Klerr, serta usaha minyak goreng.
Sementara itu, Bupati Nganjuk Kang Marhaen menyampaikan rasa bangga dan terima kasih karena dapat menghadiri kegiatan sahur bersama tersebut. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan NU dapat terus diperkuat.
“Kami di pemerintah daerah juga memiliki agenda Safari Ramadan. Selain itu, anak-anak sekolah kami wajibkan mengikuti kegiatan pondok Ramadan agar dapat meningkatkan ketakwaan,” ujar Kang Marhaen.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk NU, untuk bersama-sama menyinergikan berbagai program sosial. Salah satunya melalui kolaborasi dengan LAZISNU untuk mengajak anak-anak yatim berbelanja bersama dalam kegiatan yang akan digelar di Pendopo Kabupaten Nganjuk.
Bupati juga menyinggung beberapa program pemerintah, termasuk program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang diharapkan dapat melibatkan pondok pesantren melalui pembentukan SPPG. Saat ini di Kabupaten Nganjuk tercatat terdapat sekitar 120 SPPG dengan 99 yang telah beroperasi.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendukung program pemerintah pusat terkait Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Di Nganjuk, sekolah tersebut direncanakan berdiri di wilayah Balonggebang dengan sistem berasrama.
“Mimpi kami sederhana, jangan ada anak Nganjuk yang tidak sekolah, jangan ada warga yang tidak bisa makan, rumah tidak layak huni, dan jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan layanan kesehatan,” tegasnya.

Kang Marhaen juga menyoroti sejumlah persoalan sosial yang masih terjadi di Nganjuk, seperti tingginya angka bunuh diri, perceraian, serta pernikahan dini yang tercatat mencapai sekitar 150 kasus.
Ia pun meminta dukungan para kyai dan ulama untuk membantu memberikan pencerahan kepada masyarakat agar persoalan tersebut dapat ditekan.
Di bidang kesehatan, Bupati menyebutkan bahwa saat ini seluruh warga Nganjuk telah tercakup dalam program Universal Health Coverage (UHC) sehingga memiliki jaminan kesehatan.
“Harapan kami masyarakat Nganjuk sehat semuanya dan memiliki umur panjang. Saat ini usia harapan hidup di Nganjuk sudah mencapai sekitar 75 tahun,” pungkasnya.