Gali Potensi Konten Kreator Muda, MGBK SMP Kabupaten Nganjuk Gelar Lomba Video Pendek Hardiknas
- 22-05-2026
Nganjuk, PING – Komitmen Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, atau yang akrab disapa Kang Marhaen, dalam merespons keluhan warga kembali dibuktikan. Pada Senin (2/3/2026) malam, orang nomor satu di Nganjuk tersebut meninjau langsung proses penanganan luapan Dam Tanjung di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Loceret.
Kehadiran Bupati di lokasi merupakan gerak cepat usai dirinya menghadiri agenda Safari Ramadan di Desa Pandantoyo, Kecamatan Kertosono. Tanpa menunggu waktu lama, Kang Marhaen langsung meluncur ke titik lokasi guna memastikan sumbatan air tertangani secara total.

Luapan air di Dam Tanjung dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.20 WIB. Penyebab utamanya adalah tumpukan material bambu (barongan) dan sampah kiriman dari arah selatan yang menyumbat pintu air, sehingga air meluap hingga ke area jalan di sekitar dam.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi oleh tim gabungan dari Dinas PUPR, BPBD, Damkar, serta tim Dinas Lingkungan Hidup. Sinergi antar instansi ini melakukan pembersihan material secara manual maupun menggunakan alat pendukung. Berkat kerja keras tim di lapangan, aliran air kembali normal dan jalanan di sekitar dam dinyatakan bersih pada pukul 22.01 WIB.
Di sela-sela pembersihan, Kang Marhaen menegaskan bahwa dirinya tidak akan meninggalkan lokasi sebelum masalah benar-benar selesai. Hal ini ia lakukan untuk memastikan rasa aman bagi masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah hari ini setelah Safari Ramadan, di Dam Tanjung ada laporan kemasukan barongan dari selatan ke utara. BPBD, PU, LH, Damkar luar biasa. Tak tunggoni, lek rung mari gak muleh (Saya tungguin, kalau belum selesai tidak pulang). Alhamdulillah selesai semuanya, terima kasih. Yuk kita jaga Nganjuk bareng-bareng, harus gercep satset,” ujar Kang Marhaen.

Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan responsif Pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam menangani potensi bencana hidrometeorologi, khususnya di titik-titik rawan luapan air.
Pemerintah daerah juga kembali mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran air, guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
Dengan penanganan yang cepat, terpadu, dan dipimpin langsung oleh kepala daerah, kondisi Dam Tanjung kini telah kembali normal dan aktivitas warga berangsur pulih.