#

Cegah Stunting dari Hulu, Penyuluh KB Ngronggot Gelar Bimbingan Mandiri bagi Calon Pengantin

Nganjuk, PING – Upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Nganjuk terus digencarkan hingga ke tingkat kecamatan. Bertempat di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Ngronggot, para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) secara mandiri menyelenggarakan kegiatan bimbingan perkawinan bagi puluhan calon pengantin (Catin) pada Senin (2/3/2026).

Kegiatan ini mengusung tema sentral "Penyiapan Kehidupan Berkualitas Dalam Rangka Pencegahan Stunting". Fokus utamanya adalah membekali para calon ayah dan ibu dengan pemahaman komprehensif mengenai kesehatan reproduksi, pola asuh, serta pemenuhan gizi seimbang bahkan sebelum proses kehamilan dimulai.

Dalam sesi materi, tim Penyuluh KB menekankan pentingnya periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Para calon pengantin diberikan pemahaman bahwa pencegahan stunting bukan dimulai saat anak lahir, melainkan sejak masa pra-nikah melalui perbaikan status gizi calon ibu.

Materi yang disampaikan meliputi:

  • Pemeriksaan Kesehatan : Pentingnya cek HB (hemoglobin) untuk mencegah anemia.
  • Nutrisi Pra-Nikah : Konsumsi asam folat dan gizi seimbang.
  • Perencanaan Keluarga : Penggunaan alat kontrasepsi pasca-persalinan untuk mengatur jarak kelahiran.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nganjuk, Asti Widyartini, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif mandiri yang dilakukan oleh Balai Penyuluhan KB Kecamatan Ngronggot. Menurutnya, peran Penyuluh KB di lapangan adalah ujung tombak dalam memutus mata rantai stunting di Kabupaten Nganjuk.

"Intervensi di tingkat calon pengantin adalah langkah paling strategis. Kita ingin memastikan setiap pasangan yang menikah di Nganjuk memiliki kesiapan fisik dan mental yang matang. Dengan memahami penyiapan kehidupan berkeluarga yang berkualitas, mereka secara otomatis telah berkontribusi dalam melahirkan generasi Nganjuk yang bebas stunting," ungkapnya.

 Asti menambahkan bahwa kegiatan fasilitasi mandiri seperti ini menunjukkan komitmen kuat para petugas lapangan dalam mencapai target nasional penurunan prevalensi stunting.

Melalui bimbingan ini, diharapkan para calon pengantin tidak hanya sekadar melangsungkan prosesi pernikahan secara administratif, tetapi juga memiliki "bekal" ilmu untuk membangun keluarga yang sehat, sejahtera, dan melahirkan anak-anak yang berkualitas.