Gali Potensi Konten Kreator Muda, MGBK SMP Kabupaten Nganjuk Gelar Lomba Video Pendek Hardiknas
- 22-05-2026
Nganjuk, PING – Aksi sigap kembali ditunjukkan Unit Reaksi Cepat (URC) Jogotirto dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk dalam menangani dampak pascabanjir di wilayah selatan. Pada Selasa (03/03/2026), tim diterjunkan untuk melakukan pembersihan saluran irigasi sungai di wilayah UPTD PSDA Kuncir, termasuk di area Dam Tanjung yang sebelumnya terdampak luapan air bercampur material sampah.
Banjir yang terjadi beberapa waktu lalu mengakibatkan penumpukan material berupa bambu, ranting kayu, lumpur, serta sampah rumah tangga yang menyumbat aliran air. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu distribusi air irigasi menuju lahan pertanian warga apabila tidak segera ditangani secara teknis dan menyeluruh.
Merespons situasi tersebut, tim URC Jogotirto dari PSDA Kuncir bergerak cepat dengan menerjunkan personel lengkap beserta peralatan pendukung. Proses pembersihan dilakukan secara bertahap dan sistematis, dimulai dari pengangkatan material berukuran besar yang menyangkut pada pintu air, dilanjutkan dengan pengerukan sedimen yang mengendap di dasar saluran untuk memulihkan kapasitas tampung aliran.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk melalui Pelaksana tugas (Plt) Kepala UPTD PSDA Kuncir, Suyanto, menegaskan bahwa langkah cepat tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelancaran sistem irigasi, terutama di musim penghujan.
“Kami langsung menerjunkan tim untuk membersihkan penyumbatan pascabanjir. Prioritas kami adalah memastikan aliran air kembali normal agar suplai ke lahan pertanian tidak terganggu,” ujarnya.
Selain pembersihan saluran, tim juga melakukan inspeksi terhadap kondisi fisik bangunan air guna mengantisipasi potensi kerusakan struktural akibat derasnya arus banjir. Pemeriksaan mencakup konstruksi utama bendung, pintu air, serta tanggul pengaman.
“Alhamdulillah, hasil pengecekan menunjukkan konstruksi utama dam dalam kondisi aman. Namun kami tetap melakukan pemantauan berkala sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan debit air kembali,” tambah Suyanto.
Melalui penanganan cepat ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas PUPR menegaskan komitmennya dalam menjaga infrastruktur sumber daya air tetap optimal dan berfungsi maksimal, khususnya untuk mendukung ketahanan sektor pertanian yang menjadi penopang ekonomi masyarakat setempat.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai serta bersama-sama menjaga kebersihan saluran irigasi. Sinergi antara pemerintah dan warga dinilai menjadi faktor kunci dalam meminimalisasi risiko banjir serta memastikan keberlanjutan fungsi infrastruktur pengairan di masa mendatang.