Gali Potensi Konten Kreator Muda, MGBK SMP Kabupaten Nganjuk Gelar Lomba Video Pendek Hardiknas
- 22-05-2026
Nganjuk, PING – Dalam upaya menekan angka stunting dan mencetak generasi emas, Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Prambon menggelar kegiatan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin (catin) secara mandiri pada Senin (9/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Penyuluhan KB setempat ini difokuskan pada pemberian edukasi mengenai Membangun Generasi Berkualitas, dengan penekanan khusus pada langkah-langkah pencegahan stunting dari hulu.
Para penyuluh KB di Kecamatan Prambon secara intensif membekali pasangan calon pengantin dengan pemahaman mengenai pentingnya kesehatan reproduksi, pola asuh, serta pemenuhan gizi seimbang sebelum memasuki jenjang pernikahan dan masa kehamilan.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nganjuk, Asti Widyartini, menegaskan bahwa bimbingan ini merupakan langkah krusial dalam intervensi pencegahan stunting. Menurutnya, kesiapan calon pengantin adalah kunci utama dalam melahirkan anak-anak yang sehat dan cerdas.
"Bimbingan ini bukan sekadar formalitas jelang pernikahan, melainkan fondasi penting bagi para catin. Kita ingin memastikan bahwa setiap pasangan yang akan menikah di Nganjuk memiliki bekal pengetahuan yang cukup tentang pencegahan stunting," tuturnya.
Asti juga menambahkan bahwa peran penyuluh KB di tingkat kecamatan sangat vital dalam mendampingi masyarakat secara langsung. "Melalui materi Membangun Generasi Berkualitas ini, kita harapkan para catin sadar bahwa gizi dan kesehatan harus diperhatikan bahkan sebelum konsepsi terjadi. Inilah komitmen kita bersama untuk mewujudkan Nganjuk yang bebas stunting," pungkasnya.
Kegiatan mandiri yang dilakukan oleh Balai Penyuluhan KB Prambon ini diharapkan dapat menjadi role model bagi wilayah lain dalam memaksimalkan peran fasilitas tingkat kecamatan. Selain pemaparan materi, para catin juga diberikan sesi diskusi interaktif untuk berkonsultasi mengenai perencanaan keluarga yang sehat dan harmonis.
Dengan adanya edukasi yang masif di tingkat akar rumput, Pemerintah Kabupaten Nganjuk optimis dapat terus menurunkan prevalensi stunting demi menyongsong Indonesia Emas 2045.