#

Gubernur Jawa Timur Tinjau Kesiapan Hewan Kurban di UD Sapi Baru Nganjuk Jelang Idul Adha 1447 H

Nganjuk, PING-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung kesiapan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di UD Sapi Baru milik Mursid, Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (2/5/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengecekan kesiapan dan kesehatan hewan kurban di berbagai daerah di Jawa Timur guna memastikan ketersediaan stok serta kelayakan hewan yang akan dikonsumsi masyarakat.

Dalam kunjungan itu, Gubernur Khofifah didampingi Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro. Turut hadir Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Indyah Aryani, MM, Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Nganjuk, serta Forkopimda Kabupaten Nganjuk.

Kehadiran Gubernur Jawa Timur di sentra peternakan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjamin kualitas dan kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha. Pemeriksaan langsung di tingkat peternak dinilai penting untuk memastikan hewan yang dipasarkan dalam kondisi sehat dan memenuhi syariat kurban.

Dalam peninjauan tersebut, Khofifah melihat langsung sejumlah sapi dengan bobot di atas satu ton yang dinilai sehat dan layak sebagai hewan kurban. Ia juga mengapresiasi kualitas ternak milik Mursid yang dinilai memiliki potensi besar sebagai pemasok hewan kurban di Jawa Timur.

“Sapinya besar dan sehat. Tadi kita lihat bobotnya lebih dari satu ton dan tumbuh dengan baik. Saya rasa Pak Mursid bisa menjadi salah satu supplier potensial bagi masyarakat yang sedang mencari hewan kurban,” ujar Khofifah usai melakukan pengecekan.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nganjuk, khususnya Wakil Bupati Nganjuk, yang turut mendampingi dalam kegiatan pengecekan kesiapan hewan kurban tersebut.

Selain memastikan stok hewan kurban aman, Khofifah juga menyinggung peluang ekspor ternak Jawa Timur ke pasar internasional. Menurutnya, tingginya kebutuhan konsumsi domba di Malaysia membuka peluang besar bagi peternak Jawa Timur untuk memperluas pasar.

“Selama ini Malaysia mengimpor domba dari Australia, namun saat ini mereka mulai membuka peluang kerja sama dengan Jawa Timur. Kepercayaan itu dibangun melalui kualitas ternak, vaksinasi, serta pemberian vitamin yang baik,” ungkapnya.

Khofifah menambahkan, Jawa Timur merupakan provinsi dengan populasi ternak terbesar di Indonesia sehingga memiliki potensi besar dalam pengembangan perdagangan dan ekspor produk peternakan. Bahkan, Duta Besar Arab Saudi disebut tertarik terhadap produk ternak Jawa Timur dengan mempertimbangkan aspek kesehatan hewan dan sertifikasi Rumah Potong Hewan (RPH) halal.

“Mayoritas produk ternak Jawa Timur sudah memenuhi standar RPH halal. Setelah musim haji nanti, Dubes Arab Saudi direncanakan akan berkunjung ke Jawa Timur,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Indyah Aryani, MM menjelaskan bahwa stok hewan kurban di Jawa Timur dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Total kebutuhan sapi kurban di Jawa Timur sekitar 427 ribu ekor. Saat ini ketersediaannya mencapai lebih dari 620 ribu ekor, sehingga masih sangat cukup bahkan berpotensi menyuplai kebutuhan ke provinsi lain,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama pemerintah daerah juga terus memperkuat pengawasan terhadap lapak penjualan hewan kurban guna memastikan kesehatan dan kualitas hewan yang dipasarkan kepada masyarakat.