#

Cegah Kekerasan Remaja, Kang Marhaen Hadiri Workshop Psikoedukasi di SMA Baitul Izzah

Nganjuk, PING – Masalah kekerasan di kalangan remaja menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Guna membekali generasi muda dengan pemahaman aspek hukum dan psikologis, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Nganjuk menggelar Workshop Psikoedukasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Remaja di SMA Baitul Izzah, Selasa (5/5/2026).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, yang akrab disapa Kang Marhaen. Kehadiran orang nomor satu di Nganjuk ini disambut hangat oleh keluarga besar SMA Baitul Izzah serta jajaran Komisi 4 DPRD Nganjuk yang membidangi Pendidikan, Kesehatan, dan Sosial.

Dalam arahannya, Kang Marhaen menegaskan bahwa remaja saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama dengan adanya perkembangan teknologi digital yang pesat. Ia mengingatkan bahwa interaksi di media sosial maupun dunia nyata harus dilandasi dengan kesadaran hukum dan etika.

“Kadang-kadang sesama teman bisa terjadi masalah. Kita harus hati-hati, apalagi kalau sudah berhadapan dengan perbuatan melawan hukum, nama kita bisa tercatat dan jejak digitalnya akan selalu ada,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kang Marhaen menyoroti bahwa usia remaja merupakan fase pencarian jati diri yang rentan terhadap pengaruh lingkungan. Oleh karena itu, penting bagi para pelajar untuk memiliki kontrol diri yang baik, mampu menyaring pergaulan, serta berani mengambil keputusan yang positif demi masa depan.

Kang Marhaen juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial PPPA Kabupaten Nganjuk atas inisiatif penyelenggaraan workshop ini. Menurutnya, pendekatan psikoedukasi merupakan langkah strategis dalam memberikan pemahaman yang komprehensif kepada remaja, tidak hanya dari sisi pengetahuan, tetapi juga dari aspek emosional dan sosial.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap dapat menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang remaja. Selain itu, diharapkan para pelajar mampu menjadi agen perubahan yang aktif dalam mencegah segala bentuk kekerasan di sekitarnya, serta membangun budaya saling menghargai dan peduli antar sesama.