#

Dukung Produktivitas Pertanian, UPTD PSDA Mrican Kiri Normalisasi Saluran Irigasi di Desa Juwono

Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kualitas infrastruktur pengairan guna mendukung produktivitas pertanian dan pengendalian banjir. Salah satu upaya konkret dilakukan oleh UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Mrican Kiri dengan menerjunkan tim URC Jogotirto untuk melakukan normalisasi saluran irigasi di Desa Juwono, Kecamatan Kertosono, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan tersebut difokuskan pada pembersihan sedimen lumpur dan rumput liar di saluran irigasi B9 KW71. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi pendangkalan saluran akibat endapan tanah serta pertumbuhan vegetasi liar yang berpotensi menghambat aliran air menuju lahan persawahan warga.

Normalisasi ini menjadi langkah strategis, terutama dalam menghadapi puncak musim tanam, di mana kebutuhan distribusi air irigasi meningkat signifikan. Dengan dilakukannya pembersihan, diharapkan aliran air kembali lancar dan mampu menjangkau wilayah hilir secara merata.

Di lapangan, tim URC Jogotirto bekerja dengan mengangkat endapan lumpur di dasar saluran serta membersihkan rumput liar yang menyumbat aliran. Upaya tersebut secara langsung mengembalikan kapasitas tampung saluran ke kondisi optimal. Selain itu, pembersihan area sekitar saluran juga berfungsi sebagai langkah mitigasi untuk mencegah luapan air ke jalan maupun permukiman saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Respons positif datang dari masyarakat setempat yang mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah. Warga menilai kegiatan ini sangat membantu menjaga kelancaran irigasi sehingga berdampak langsung pada peningkatan produktivitas pertanian di desa.

Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk menegaskan bahwa keberhasilan pemeliharaan infrastruktur tidak hanya bergantung pada kinerja teknis pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat. Warga diimbau untuk menjaga kebersihan saluran irigasi dengan tidak membuang sampah ke dalam aliran sungai maupun drainase.

Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan infrastruktur pengairan di wilayah Kecamatan Kertosono dapat memiliki umur layanan yang lebih panjang. Kolaborasi ini menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang tangguh terhadap ancaman banjir sekaligus memastikan distribusi air irigasi berjalan optimal demi kesejahteraan bersama.