#

Malam Penganugerahan May Day 2026: Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama

Nganjuk, PING- Suasana meriah menyelimuti Pendopo Sosrokoesoemo, Kabupaten Nganjuk, Jumat malam (8/5/2026). Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar Sarasehan dan Malam Penganugerahan Bidang Ketenagakerjaan sebagai rangkaian peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, dengan mengusung tema "Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama".

Acara yang dimulai sekitar pukul 19.30 WIB ini dibuka langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, yang akrab disapa Kang Marhaen. Turut hadir Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, jajaran Forpimda Nganjuk, para pengusaha, perwakilan serikat pekerja, balai pelatihan, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kang Marhaen mengungkapkan bahwa malam penganugerahan ini merupakan yang pertama kali digelar dalam rangkaian May Day di Nganjuk. Menurutnya, peringatan tahun ini terasa jauh lebih istimewa dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Ini baru sekali ini kita laksanakan, ini adalah rangkaian May Day sekaligus syukuran," ujar Kang Marhaen di hadapan para hadirin.

Ia menjelaskan, rangkaian May Day 2026 di Nganjuk terdiri dari beberapa agenda. Setiap malam tanggal 1 Mei, digelar istigosah di Balai Desa Nglundo. Setiap tanggal 1 Mei pula, dilaksanakan tabur bunga di makam Marsinah sebagai bentuk penghormatan yang telah menjadi tradisi tahunan. Dan puncaknya tahun ini, semua terasa semakin bermakna karena satu kabar besar yang lama dinantikan akhirnya terwujud.

Momen yang paling ditunggu-tunggu akhirnya hadir, ungkap Kang Marhaen, Presiden Republik Indonesia secara resmi menetapkan Marsinah sebagai Pahlawan Buruh Nasional. Penetapan ini disambut penuh haru dan kebanggaan oleh seluruh warga Nganjuk

"Ini adalah suatu kebanggaan bagi Pemda Nganjuk, pekerja Nganjuk, masyarakat Nganjuk, bahwa Nganjuk punya pahlawan yakni Mbak Marsinah," kata Kang Marhaen dengan nada bangga.

Orang nomer satu di Nganjuk itu menegaskan bahwa Marsinah bukan sembarang pahlawan. Jika pahlawan nasional pada umumnya lahir dari kalangan tokoh besar, pejabat, atau pemuka agama, maka Marsinah justru datang dari lapisan paling bawah. Seorang buruh perempuan yang berjuang dari kaum marhaen.

"Pahlawan nasional biasanya berasal dari tokoh-tokoh besar. Nganjuk punya Mbak Marsinah, berangkat dari kaum kecil, kaum marhaen, kaum pekerja buruh. Ini adalah pembeda, pahlawan dari kaum alit," tegasnya.

Penetapan Marsinah sebagai pahlawan nasional bukanlah sesuatu yang datang begitu saja. Kang Marhaen membeberkan perjalanan panjang di balik perjuangan tersebut.

Upaya pertama dimulai pada 2022, saat dirinya masih menjabat sebagai Plt. Bupati Nganjuk. Usulan kembali diajukan pada 2023, namun belum mendapat tanggapan. Barulah di May Day 2025, saat ditanya awak media soal harapannya di Hari Buruh, Kang Marhaen menegaskan tekadnya.

"Harapan kita tetap mengusulkan Mbak Marsinah sebagai pahlawan nasional," kenangnya.

Dan Nganjuk pun kompak. Di pagi hari peringatan May Day 2025, sekitar pukul 08.00–09.00 WIB, seluruh elemen masyarakat bersatu. Siang harinya, kabar menggembirakan itu datang langsung dari pidato Presiden, Marsinah resmi diusulkan sebagai pahlawan nasional.

Di hadapan para pengusaha dan serikat pekerja yang hadir, Kang Marhaen menyampaikan pesan yang tegas namun hangat. Hubungan antara buruh dan pengusaha harus dibangun di atas fondasi kolaborasi, bukan permusuhan.

"Pemda membela wong cilik, tapi tidak memusuhi yang besar. Justru pengusaha-pengusaha diajak bersama-sama. Kolaborasi inilah yang kita harapkan," ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menghindari aksi demonstrasi dan lebih mengedepankan dialog. "Jangan ada demo, ayo kalau ada permasalahan kita bicarakan. Wujudkan Nganjuk kondusif," pesannya.

Bupati juga mengingatkan para pekerja untuk tidak sekadar bekerja, tetapi juga mendoakan keberlangsungan usaha tempat mereka bekerja. Menurutnya, ada tiga pemangku kepentingan utama yang harus diperhatikan: pemilik usaha, karyawan, dan konsumen dan ketiga-tiganya harus merasakan kesejahteraan bersama.

Malam itu, sejumlah penghargaan diberikan kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam dunia ketenagakerjaan di Nganjuk. Kang Marhaen secara khusus mengucapkan terima kasih kepada para pengusaha di Nganjuk atas kontribusi mereka yang dinilai berhasil menekan angka pengangguran dan kemiskinan di daerah.

"Mari bersama-sama membangun kesejahteraan. Sejahtera buruhnya dan sejahtera perusahaannya," pungkasnya.

Rangkaian May Day 2026 di Nganjuk masih akan berlanjut dengan sejumlah agenda, di antaranya drug run, program buruh berbagi, serta job fair, sebagai wujud nyata komitmen Pemkab Nganjuk dalam mendorong kesejahteraan pekerja secara menyeluruh.