Risiko Tinggi, Pekerja Proyek Konstruksi Wajib Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan
- 11-05-2026
Nganjuk, PING – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nganjuk terus melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan kualitas data ekonomi daerah melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Salah satu inovasi yang diusung adalah program NGIBAR atau "Ngisi Bareng", sebuah langkah strategis untuk mendampingi para pelaku usaha dalam mengisi data sensus secara akurat dan tepat waktu.
Hal tersebut dipaparkan dalam dialog interaktif di 105,3 Radio Suara Anjuk Ladang (RSAL FM) pada Senin (11/5/2026). Hadir sebagai narasumber utama, Kepala BPS Kabupaten Nganjuk, Wahyu Purnamahadi.
Wahyu menjelaskan bahwa tujuan utama Sensus Ekonomi 2026 adalah untuk memetakan secara menyeluruh potret ekonomi Indonesia, mulai dari skala usaha hingga perkembangan ekonomi digital di setiap sektornya. Di Kabupaten Nganjuk sendiri, struktur ekonomi masih didominasi oleh sektor pertanian, yang diikuti oleh tren pertumbuhan pada sektor perikanan dan sektor umum lainnya.
"Melalui program NGIBAR, kami melakukan pendampingan pengisian data secara bersama-sama di suatu lokasi yang telah ditentukan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan response rate baik dari segi kualitas maupun kuantitas data yang terkumpul dari para pelaku usaha menengah," jelas Wahyu.
Pendataan sensus dilakukan secara langsung melalui metode door to door ke rumah-rumah warga dan lokasi usaha. Petugas akan melakukan identifikasi awal untuk memastikan apakah ada aktivitas usaha di lokasi tersebut, termasuk bagi masyarakat yang menjalankan usaha secara online.
Beberapa poin data penting yang dikumpulkan meliputi:
BPS kini telah beralih sepenuhnya ke sistem digital melalui metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI). Petugas lapangan dilengkapi dengan aplikasi khusus bernama KNI untuk mengentri data secara real-time.
"Masyarakat tidak perlu khawatir karena data yang dikumpulkan langsung terhubung ke server pusat nasional yang dijaga ketat keamanannya. Data ini tidak akan disalahgunakan untuk kepentingan di luar statistik negara," tegasnya.
Guna menunjang keberhasilan sensus, BPS Nganjuk membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk bergabung menjadi petugas lapangan. Syarat utamanya adalah berdomisili di Nganjuk, minimal lulusan SMA, dan bagi warga ber-KTP luar daerah wajib menyertakan surat keterangan domisili dari desa setempat.
Di akhir dialog, Wahyu mengimbau warga Nganjuk untuk menyambut petugas sensus dengan baik. Petugas resmi BPS akan dibekali dengan atribut lengkap, surat tugas, serta tanda pengenal dengan kode barcode unik untuk menjamin keaslian identitas mereka di lapangan.