#

Wujudkan Generasi Berencana, Dinas PPKB Nganjuk Perkuat Ketahanan Remaja Lewat Program Genre

Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia sejak usia remaja melalui Program Ketahanan Remaja atau Generasi Berencana (Genre). Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Psikoedukasi dan Kesehatan Reproduksi yang digelar di Balai Budaya Mpu Sindok, Senin (8/6/2026), dengan melibatkan sekitar 100 peserta dari perwakilan SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Nganjuk.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang kuat agar mampu menghadapi berbagai tantangan zaman, mulai dari pergaulan bebas, pernikahan usia anak, kesehatan mental, hingga ancaman stunting yang masih menjadi perhatian nasional.

Turut hadir dalam acara Bupati Nganjuk, Wakil Bupati Nganjuk, Ketua Bidang 1 TP PKK Nganjuk, Komisi IV DPRD Nganjuk, Kepala Dinas PPKB Nganjuk, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Disporabudpar, narasumber, serta peserta pelatihan.

Dalam laporannya, Kepala Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk, Asti Widiartini, mengatakan bahwa Program Genre merupakan salah satu instrumen penting untuk membentuk generasi muda yang mampu merencanakan masa depannya dengan baik. Menurutnya, remaja tidak cukup hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga harus dibekali dengan kemampuan mengambil keputusan yang tepat serta memiliki ketahanan mental yang kuat.

"Melalui pelatihan ini kami ingin membangun kesadaran bahwa masa depan tidak terjadi begitu saja, tetapi harus direncanakan. Remaja perlu memahami pentingnya pendidikan, kesehatan reproduksi, kesehatan mental, serta kedewasaan dalam mengambil keputusan agar mampu meraih cita-cita yang diinginkan," ujar Asti.

Ia menjelaskan bahwa para peserta yang hadir merupakan representasi pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Nganjuk yang diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Dengan bekal yang diperoleh selama pelatihan, para peserta diharapkan mampu menyebarluaskan informasi positif kepada teman sebaya mengenai pentingnya perencanaan kehidupan dan kesehatan reproduksi.

Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi mengenai pembentukan mental remaja, pengendalian emosi, keterampilan pengambilan keputusan, hingga pemahaman tentang risiko pernikahan dini dan dampaknya terhadap kualitas hidup. Pendekatan psikoedukatif yang digunakan dalam pelatihan juga mendorong peserta untuk lebih mengenali potensi diri dan menyusun perencanaan hidup jangka panjang.

Menurut Asti, persoalan pernikahan usia anak dan stunting tidak bisa dipisahkan dari kualitas perencanaan hidup generasi muda. Oleh karena itu, edukasi harus dilakukan sejak dini agar remaja memahami bahwa membangun keluarga membutuhkan kesiapan fisik, mental, sosial, dan ekonomi.

"Kami ingin anak-anak muda Nganjuk memiliki mimpi besar dan berani memperjuangkannya. Jangan sampai masa depan mereka terhambat karena keputusan yang diambil terlalu dini tanpa pertimbangan yang matang. Pendidikan harus menjadi prioritas utama sebelum memasuki kehidupan berumah tangga," tegasnya.

Selain membahas kesehatan reproduksi, kegiatan ini juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya keluarga berencana sebagai pondasi dalam menciptakan keluarga yang sehat dan berkualitas. Para peserta diajak memahami bahwa keluarga berencana bukan hanya berbicara mengenai jumlah anak, melainkan juga tentang kesiapan pasangan dalam membangun keluarga yang harmonis dan sejahtera.

Asti menambahkan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari generasi muda. Ketika remaja memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kesehatan reproduksi, kesehatan mental, serta perencanaan masa depan, maka mereka akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

"Generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berencana adalah modal utama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Karena itu kami berharap peserta yang hadir hari ini tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelopor yang menginspirasi teman-temannya untuk menjalani kehidupan yang lebih positif dan produktif," tambahnya.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap semakin banyak remaja yang memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, menjauhi perilaku berisiko, menunda pernikahan hingga usia yang matang, serta memiliki perencanaan hidup yang jelas. Langkah tersebut diyakini akan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan generasi berprestasi, keluarga berkualitas, dan Kabupaten Nganjuk yang semakin maju, ramah anak, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045.