Wujudkan Generasi Berencana, Dinas PPKB Nganjuk Perkuat Ketahanan Remaja Lewat Program Genre
- 08-06-2026
Nganjuk, PING – Pelatihan Psikoedukasi dan Kesehatan Reproduksi yang digelar Pemerintah Kabupaten Nganjuk tidak hanya memberikan edukasi tentang kesehatan fisik, tetapi juga membekali remaja dengan pemahaman psikologis yang menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang mereka.
Salah satu materi yang menarik perhatian peserta disampaikan oleh Psikolog Nadia Attuwy. Dalam pemaparannya, Nadia mengulas berbagai persoalan yang umum dialami remaja pada masa pubertas, mulai dari perubahan emosional, pencarian jati diri, hingga hubungan romantis yang sering kali memengaruhi pengambilan keputusan.
Menurut Nadia, masa remaja merupakan fase yang penuh tantangan. Pada periode tersebut, rasa ingin tahu yang tinggi sering kali tidak diimbangi dengan kemampuan mengendalikan emosi dan mempertimbangkan risiko jangka panjang.
"Remaja perlu memahami perbedaan antara rasa cinta, suka, kagum, dan nafsu. Pemahaman ini penting agar mereka tidak terjebak dalam keputusan yang dapat merugikan masa depan," jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa perubahan fisik dan emosional yang terjadi selama masa pubertas membuat remaja cenderung mencari pengakuan dari lingkungan sekitar. Dalam kondisi tertentu, kebutuhan akan perhatian dan kasih sayang dapat mendorong mereka mengambil keputusan secara impulsif tanpa mempertimbangkan konsekuensinya.
Lebih lanjut, Nadia menyoroti fenomena pernikahan dini yang masih terjadi akibat kurangnya perhatian dan kasih sayang dari lingkungan keluarga. Menurutnya, remaja yang tidak memperoleh dukungan emosional yang cukup sering kali kesulitan membedakan hubungan yang sehat dan hubungan yang justru merugikan dirinya.
Dalam sesi yang berlangsung interaktif tersebut, peserta juga diajak melakukan refleksi diri untuk mengenali karakter, potensi, dan tujuan hidup mereka. Nadia menekankan bahwa membangun masa depan tidak hanya berkaitan dengan prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter yang kuat.
"Branding itu bukan soal berapa banyak followers, melainkan seberapa besar edukasi dan dampak yang bisa kita berikan kepada masyarakat," ujarnya.

Selain itu, ia mengingatkan peserta tentang bahaya hubungan manipulatif yang kerap terjadi di kalangan remaja. Nadia mengajak generasi muda untuk berani mengatakan tidak terhadap hal-hal yang merugikan dan menetapkan batasan yang sehat dalam pergaulan.
Menurutnya, kesehatan reproduksi tidak dapat dipisahkan dari kesehatan mental. Remaja yang memiliki kondisi psikologis yang baik akan lebih mampu menjaga diri, mengambil keputusan yang tepat, serta membangun hubungan yang sehat dengan lingkungan sekitarnya.
Melalui edukasi tersebut, diharapkan para peserta mampu memahami berbagai tantangan yang mereka hadapi selama masa pubertas dan menjadikan fase tersebut sebagai momentum untuk mengembangkan prestasi, karakter, serta kemampuan diri secara positif.