Kejar Target MBG 3B, Asisten Ekbang Nganjuk Warning SPPG Belum Lengkapi SHS dan IPAL
- 20-05-2026
Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Penguatan Kebijakan Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan khusus bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-PAUD (MBG 3B). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Anjuk Ladang pada Selasa (19/5/2026) ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro.
Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang), Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Nganjuk, jajaran Kepala OPD, para Camat, Koordinator SPPG Tingkat Kabupaten, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Nganjuk , serta Koordinator Penyuluh KB dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro menyampaikan bahwa pelaksanaan program MBG di Kabupaten Nganjuk kini memasuki babak baru. Jika sebelumnya program ini lebih masif diberikan kepada anak-anak sekolah tingkat SD, SMP, hingga SMA, kini fokus cakupannya diperluas secara khusus untuk menyasar kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di bawah dua tahun/non-PAUD).

"Saya titip betul, kualitas makanan tidak boleh di luar dari standar (kurang dari standar) karena ini menyangkut nyawa orang, khususnya para ibu hamil," tegas Mas Handy dalam arahannya kepada para pengelola SPPG.
Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari komitmen kuat Pemkab Nganjuk bersama BKKBN dalam mengentaskan masalah stunting di daerah. Mas Handy merefleksikan fluktuasi angka stunting pada periode kepemimpinan terdahulu, yang sempat merangkak naik dari 17 persen menjadi 22 persen. Berkat kerja keras lintas sektor, Pemkab Nganjuk berhasil mendapatkan apresiasi berupa insentif fiskal dari Wakil Presiden sebesar kurang lebih Rp56 miliar , yang salah satunya diwujudkan dalam program pemberian susu bagi anak stunting pada akhir tahun lalu.
"Pemerintah saat ini hadir memberikan Makan Bergizi Gratis (MBG). Harapannya, tidak ada biaya yang harus dikeluarkan oleh para ibu untuk anaknya, begitu pula bagi ibu hamil dan menyusui, agar gizi mereka lebih terjamin dan meringankan beban ekonomi masyarakat," lanjutnya.
Berdasarkan data terkini, proses sinkronisasi kuota khusus 3B di lapangan terus berjalan seiring dengan beroperasinya 111 dapur MBG dari total target 122 dapur di Kabupaten Nganjuk. Mas Handy menginstruksikan kepada para camat dan koordinator wilayah untuk aktif melakukan peninjauan berkala ke setiap titik SPPG guna memastikan operasional berjalan optimal.

Secara khusus, Mas Handy juga mengingatkan para kepala SPPG mengenai pentingnya kontrol kualitas (Quality Control) yang ketat terhadap variasi menu dan pengolahan makanan. Mengingat sasaran baru ini mencakup bayi di bawah dua tahun, menu yang disajikan harus dipersiapkan dengan formula khusus.
"Untuk anak di bawah dua tahun, porsi dan menunya harus diperhatikan secara detail. Tidak boleh terlalu banyak gula dan tidak boleh terlalu banyak garam. Ini adalah menu-menu khusus yang harus dijalankan dengan disiplin tinggi," ingat Mas Handy.
Ia juga menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam pengolahan bahan makanan beku (frozen food) agar insiden teknis kecil di lapangan tidak menjadi komoditas negatif di media sosial. Beliau mengapresiasi kinerja beberapa SPPG seperti SPPG Ploso yang berhasil menyajikan variasi menu bergizi tinggi yang disukai anak-anak , serta SPPG Kerep dan SPPG Karang Tengah yang dilaporkan sudah mulai menyalurkan ratusan porsi MBG harian untuk ibu hamil dan menyusui di wilayah desa binaan mereka.
Mengakhiri arahannya, Mas Handy berharap penguatan kebijakan ini dapat menyamakan standar mutu pelayanan di seluruh dapur penyuplai gizi di Kabupaten Nganjuk. Dengan integrasi anggaran dari BKKBN dan komitmen seluruh jajaran jajaran pemerintah, program MBG diharapkan melahirkan generasi Nganjuk yang lebih sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.