Wabup Nganjuk Turun Langsung Pantau Karhutla di Lereng Wilis, Keselamatan Petugas Jadi Prioritas
- 17-09-2026
Nganjuk, PING – Kepedulian terhadap keluarga pekerja yang meninggal dunia kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro atau yang akrab disapa, secara simbolis menyerahkan manfaat Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan dalam rangkaian peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026, Jumat (4/9/2026).
Penyerahan tersebut menjadi bentuk sinergi antara Pemkab Nganjuk dan BPJS Ketenagakerjaan dalam memastikan perlindungan jaminan sosial benar-benar dirasakan pekerja beserta keluarganya, terutama ketika risiko kematian menimpa pencari nafkah keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Handy juga menemui langsung keluarga ahli waris. Ia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya peserta sekaligus memberikan penguatan kepada keluarga agar tetap tegar menjalani kehidupan setelah kehilangan sosok kepala keluarga.
“Pertama-tama kami turut berduka cita atas kejadian yang menimpa Bapak. Mudah-mudahan keluarga besar diberikan ketabahan dan kita doakan mudah-mudahan almarhum husnul khatimah,” ujar Mas Handy.
Menurutnya, santunan yang diberikan memang tidak akan mampu menggantikan sosok anggota keluarga yang telah berpulang. Namun, manfaat tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga dan menjadi dukungan untuk melanjutkan kehidupan.
“Yang jelas nominalnya pasti tidak bisa menggantikan, tapi paling tidak dapat membantu. Jangan pernah merasa sendiri. Jenengan punya kami, pemerintah daerah, ada Pak Camat, ada Pak Lurah, dan ada BPJS yang selalu berada di dekat Ibu dan Mas semua,” tegasnya.
Perhatian khusus diberikan Mas Handy terhadap keberlanjutan pendidikan anak almarhum. Ia memastikan keluarga tidak perlu khawatir mengenai biaya pendidikan karena terdapat manfaat beasiswa bagi anak ahli waris sesuai ketentuan program BPJS Ketenagakerjaan.

“Jangan pernah khawatir biaya terkait sekolah dan pendidikan. Ada beasiswa juga, jadi nanti untuk Masnya dan adiknya dapat beasiswa sampai selesai masa pendidikannya,” ungkapnya.
Mas Handy bahkan mendorong anak pertama keluarga tersebut yang saat ini duduk di kelas 2 SMK untuk mulai mempersiapkan cita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ia menanyakan minat pendidikan anak tersebut dan memberikan motivasi agar tetap memiliki cita-cita meskipun telah kehilangan sosok ayah.
“Mulai dari sekarang kamu pikirkan ingin kuliah di mana. Kalau kelistrikan, bisa ke teknik atau kejuruan keteknikan. Kalau mau yang lain juga tidak apa-apa, yang penting senyaman kamu,” tutur Mas Handy.
Ia juga berpesan agar keluarga tetap menjaga komunikasi dengan pemerintah di tingkat desa maupun kecamatan apabila menghadapi kendala di kemudian hari. Menurutnya, pemerintah hadir bukan hanya saat memberikan bantuan, tetapi juga memastikan keluarga mendapatkan pendampingan ketika membutuhkan.
“Kalau ada apa-apa ada Pak Lurah, ada Pak Camat. Jangan pernah khawatir. Kalau ada kendala apa-apa, sampaikan,” pesannya.
Mas Handy menegaskan, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan instrumen penting bagi pekerja dan keluarga karena risiko dalam kehidupan kerja dapat terjadi kapan saja. Karena itu, perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan harus terus didorong agar semakin banyak pekerja mendapatkan perlindungan.
Rangkaian Harpelnas 2026 di Nganjuk sendiri mengusung semangat Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan. Selain penyerahan manfaat JKM, BPJS Ketenagakerjaan Nganjuk juga memperkuat pelayanan langsung kepada peserta serta mendorong perluasan perlindungan, termasuk bagi pekerja sektor informal.
Bagi Mas Handy, kehadiran pemerintah bersama BPJS Ketenagakerjaan di tengah keluarga ahli waris merupakan wujud nyata bahwa perlindungan sosial tidak berhenti pada pemberian manfaat. Lebih dari itu, dukungan tersebut diharapkan mampu membantu keluarga kembali bangkit dan memastikan masa depan anak-anak tetap terjaga.
“Bapak sudah berbuat banyak di sini. Mungkin di atas sana beliau sedang mengirimkan hadiah untuk Ibu dan Mas. Kita doakan terus mudah-mudahan beliau husnul khatimah. Jangan sedih dan jangan pernah khawatir. Kami ada dekat Ibu,” pungkas Mas Handy.