#

Tekan Kemiskinan Ekstrem, Kang Marhaen Dorong UMKM Naik Kelas dan Investasi Buka Lapangan Kerja

Nganjuk, PING - Upaya menurunkan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Nganjuk tidak cukup hanya mengandalkan bantuan pemerintah. Penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta masuknya investasi yang mampu membuka lapangan kerja dinilai menjadi bagian penting dari solusi jangka panjang.

Hal tersebut disampaikan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi saat memberikan sambutan sekaligus materi dalam kegiatan Bimbingan Teknis bagi Pelaku Usaha terkait Strategi dan Peran Investasi dalam Menurunkan Tingkat Kemiskinan Ekstrem melalui Pemberdayaan UMKM, yang digelar oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Nganjuk di Hotel Front One, Jumat (18/9/2026).

Di hadapan para pelaku usaha, Bupati Marhaen menekankan bahwa persoalan kemiskinan tidak dapat diselesaikan pemerintah seorang diri. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat dan dunia usaha agar roda perekonomian terus bergerak serta menciptakan sumber pendapatan yang lebih kuat bagi keluarga.

"Apakah pemerintah mampu menanggung semuanya sendiri? Jelas tidak bisa. Saya yakin kalau hanya mengandalkan pemerintah untuk terus-menerus membantu masyarakat tanpa ada kemandirian usaha, itu tidak mungkin menyelesaikan masalah secara tuntas. Kunci utamanya adalah kemandirian pelaku usaha itu sendiri," tegas Kang Marhaen di hadapan peserta bimtek.

Pernyataan tersebut menjadi penekanan bahwa pemerintah memiliki keterbatasan jika harus menanggung seluruh persoalan ekonomi masyarakat. Karena itu, menurutnya, masyarakat perlu didorong agar memiliki aktivitas ekonomi produktif, sementara pemerintah berperan menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuhnya usaha dan investasi.

Bupati Marhaen menjelaskan, UMKM memiliki posisi strategis karena aktivitas usaha yang tumbuh di tengah masyarakat secara langsung dapat menciptakan penghasilan dan membuka kesempatan kerja.

Di Kabupaten Nganjuk sendiri, pendataan lengkap koperasi dan usaha mikro pada akhir 2024 mencatat terdapat 41.015 pelaku usaha mikro yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari makanan dan minuman, perdagangan, jasa, kerajinan, hingga usaha kreatif lainnya.

Besarnya jumlah pelaku usaha tersebut menjadi potensi ekonomi yang perlu terus dikembangkan. Tidak hanya dari sisi jumlah, tetapi juga kualitas produk, kapasitas manajemen, pemasaran, akses permodalan, hingga perluasan jaringan usaha.

Menurutnya, masyarakat perlu memiliki keberanian untuk membangun usaha dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Dengan semakin banyak masyarakat yang produktif, perputaran ekonomi di tingkat lokal akan semakin kuat.

Melalui pembinaan DPMPTSP yang terus berbenah dan meningkatkan layanan, Bupati berharap para pelaku UMKM Nganjuk siap menyambut peluang investasi yang masuk serta mampu menjalin kemitraan yang menguntungkan. Sinergi antara dunia usaha, arus investasi, dan kemudahan perizinan diharapkan menjadi roda penggerak utama dalam memutus mata rantai kemiskinan ekstrem dan mencetak wirausaha mandiri di Kabupaten Nganjuk.