#

Transformasi UMKM Pangan Dimulai dari Kualitas Produk hingga Strategi Digital

Nganjuk, PING– Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Kesehatan bekerja sama dengan sejumlah perangkat daerah menggelar Penyuluhan Keamanan Pangan bagi Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) pada 13–14 November 2025 di Ruang Rapat Dinas Kesehatan. Kegiatan ini diikuti 25 pelaku usaha IRTP se-Kabupaten Nganjuk dan menjadi rangkaian penting dalam mendorong peningkatan kualitas produk pangan lokal sekaligus memperkuat kapasitas UMKM agar mampu naik kelas.

Penyuluhan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut hasil pengawasan BPOM yang menunjukkan masih banyak pemegang SPP-IRT belum memenuhi ketentuan. Temuan tersebut meliputi pelaku usaha yang belum atau tidak lulus penyuluhan keamanan pangan, sarana produksi yang belum memenuhi standar pemeriksaan, hingga ketidaksesuaian jenis pangan yang didaftarkan dengan kategori yang berlaku. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah memfasilitasi pemenuhan komitmen pelaku usaha sekaligus menyosialisasikan informasi keamanan pangan serta wawasan pendukung lainnya.

Pada hari pertama, 13 November, peserta menerima materi dari Dinas Kesehatan tentang teknologi pengolahan, keamanan dan higienitas pangan, serta persyaratan label. Sementara itu, pada tanggal 14 November, beberapa narasumber lintas instansi memberikan paparan lanjutan, mulai dari konsep pemasaran dalam berwirausaha (Dinas Koperasi), simulasi penerbitan SPP-IRT melalui aplikasi OSS (DPMPTSP), prinsip Good Manufacturing Practices untuk IRTP (Dinas Kesehatan), penyampaian informasi program Omah Tandang (Diskominfo), hingga materi mengenai sertifikasi halal self declare dan reguler dari Kementerian Agama.

Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah pemaparan dari Tim Omah Tandang Diskominfo Kabupaten Nganjuk. Dyah Dalila Adani sebagai Konsultan Komunikasi Produk menjelaskan peran strategis Omah Tandang sebagai ruang kerja bersama gratis yang menghadirkan beragam fasilitas digital. Sejak beroperasi pada Mei 2024, inovasi ini ditujukan untuk meningkatkan indeks masyarakat digital Kabupaten Nganjuk yang pada 2022 baru mencapai 25,65 persen.

Aini menyampaikan bahwa Omah Tandang menyediakan komputer, printer, kamera, studio foto, hingga internet berkecepatan 1 Gbps yang bisa dimanfaatkan masyarakat secara cuma-cuma. Program ini tidak hanya menghadirkan sarana produksi konten, tetapi juga menawarkan pelatihan digital seperti foto produk, video produk, copywriting, live selling, hingga kelas influencer dan afiliator.

Selain itu, Omah Tandang bersinergi dengan Dinas Kesehatan dan BPOM untuk membantu UMKM pangan dalam proses perizinan SPP-IRT serta optimasi pemasaran produk. Peserta juga diperkenalkan platform “Ngantarbis”, sebuah market hub yang menghubungkan pembeli langsung dengan penjual UMKM melalui WhatsApp. Tidak hanya itu, peserta diajak memahami pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan seperti Meta AI dan Gemini untuk percepatan pembuatan konten promosi.

Aini menegaskan bahwa seluruh fasilitas dan pelatihan dapat diakses tanpa biaya. Masyarakat cukup datang ke Omah Tandang di Jalan Basuki Rahmat Nomor 3, satu kawasan dengan Dekranasda Nganjuk, pada jam operasional 08.00–16.00 WIB.

Melalui penyuluhan dua hari ini, Pemkab Nganjuk menegaskan komitmennya untuk membangun UMKM pangan yang lebih kompeten, aman, dan siap bersaing. Integrasi antara edukasi keamanan pangan dan penguatan literasi digital dianggap menjadi strategi kunci untuk mendorong UMKM lokal naik kelas dan berdaya saing di pasar yang terus berkembang.