Jelang Idul Adha, Pemkab Nganjuk Gelar Gerakan Pangan Murah di Rejoso
- 25-05-2026
Nganjuk, PING— Upaya menjaga kualitas dan keamanan pangan bagi anak-anak sekolah kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui penyelenggaraan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Keamanan Pangan. Kegiatan yang digelar oleh Dinas Kesehatan ini berlangsung secara hybrid di BLK Cangkringan dan melalui Zoom, menggabungkan kehadiran peserta secara langsung dan daring dengan total lebih dari 350 partisipan pada Senin (17/11/2025).
Untuk diketahui, kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta secara luring dan 250 peserta secara daring, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61.
Peserta kegiatan mencakup koordinator wilayah pendidikan kecamatan, seluruh puskesmas se-Kabupaten Nganjuk, serta perwakilan satuan pendidikan mulai PAUD hingga SMA/SMK. Acara ini juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang), para narasumber ahli, serta sejumlah undangan terkait.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Nganjuk, dr. Tien Farida Yani, menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi (MBG) tidak hanya bergantung pada distribusi makanan, tetapi juga pada keamanan pangan yang menjadi standar mutlak. Kegiatan KIE ini dirancang untuk memperkuat pemahaman para pelaksana program, termasuk petugas lapangan, pengawas, hingga pendamping di satuan pendidikan. “Keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama dan harus didukung dengan pengetahuan yang tepat,” ujarnya.

Ia turut menekankan pentingnya penerapan Good Hygiene Practice (GHP) dan Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP) agar makanan yang dikonsumsi siswa tetap aman, bergizi, dan layak.
Sementara itu, Asisten Ekbang, Judi Ernanto, dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan program yang selama ini berjalan baik. Ia menegaskan bahwa sampai saat ini tidak terdapat kasus keracunan siswa yang berkaitan dengan pelaksanaan MBG di Kabupaten Nganjuk.
“Ini capaian yang harus dipertahankan. Pengawasan keamanan pangan harus terus diperkuat, terutama melalui pembentukan tim pengawas MBG di masing-masing sekolah,” tegasnya.
Judi juga menegaskan pentingnya koordinasi antara Dinas Pendidikan, puskesmas, dan Dinas Kesehatan dalam menyelesaikan berbagai potensi kendala di lapangan.
Tiga narasumber turut hadir memberikan materi teknis terkait standar keamanan pangan, yaitu Yuli Ekowati selaku Ketua Tim Informasi dan Komunikasi Balai Besar POM Surabaya, Analis Gizi Nanik Dwi Astuti, serta Administrator Kesehatan Ahli Muda Dinkes Nganjuk, Erik Sulistyorini. Seluruh materi difokuskan pada pemahaman risiko, standar sanitasi, serta strategi memastikan setiap sajian MBG aman dikonsumsi siswa.

Melalui kegiatan KIE Keamanan Pangan ini, Pemkab Nganjuk berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki kapasitas lebih kuat dalam menjalankan Program Makan Bergizi secara aman, terstandar, dan berkelanjutan. Penguatan ini diharapkan mampu menjaga kualitas makanan yang diterima siswa serta mendukung upaya pemerintah mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan tumbuh optimal.