Jelang Idul Adha, Pemkab Nganjuk Gelar Gerakan Pangan Murah di Rejoso
- 25-05-2026
Nganjuk, PING— Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) menggelar Sosialisasi Fasilitasi, Digitalisasi, dan Inklusi Keuangan bersama para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada Selasa (18/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Roro Kuning Pemkab Nganjuk tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat kapasitas UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital.
Turut hadir dalam kegiatan Bupati Nganjuk, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Nganjuk, Kepala Dinas Koperasi dan UM Nganjuk, Direktur BPR Anjuk Ladang, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri atau yang mewakili, Kepala Bagian Perekonomian Setda Nganjuk, Pelaku UMKM se Kabupaten Nganjuk.
Dalam arahannya, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menegaskan bahwa UMKM harus terus bergerak, berinovasi, dan memperkuat mental usaha. Ia menyampaikan bahwa Pemkab Nganjuk kini memiliki program unggulan bernama Mak Cerdas Digital, sebuah inisiatif pembinaan digital bagi pelaku usaha yang sebelumnya telah memperoleh apresiasi dari detikjatim.

Menurutnya, program tersebut lahir sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap pemberdayaan perempuan pelaku usaha, yang dalam praktiknya menjadi kekuatan ekonomi keluarga. “Dengan usaha dan bisnis, para ibu dan bapak bisa memperkuat ekonomi rumah tangga. Tujuannya jelas yaitu tentang bagaimana bapak ibu semua memiliki akses keuangan yang mudah dan aman,” ujar Bupati Marhaen.
Dalam kesempatan tersebut, orang yang akrab disapa Kang Marhaen itu juga menjelaskan bahwa Pemkab Nganjuk menggandeng BPR Anjuk Ladang untuk menyediakan pembiayaan dengan bunga yang sangat ringan. “Bunganya hanya 0,5% per bulan atau 6% per tahun. Jauh lebih rendah dibanding lembaga lain yang bisa mencapai 1,25% per bulan,” jelas Kang Marhaen.
Ia menegaskan bahwa intervensi pemerintah sangat penting agar UMKM dapat bersaing dengan pelaku usaha besar. “Kata kuncinya adalah intervensi. Akses pasar dan akses permodalan harus diberikan seluas-luasnya, terutama di awal,” tambahnya.
Dalam arahannya, Kang Marhaen memberikan penekanan kuat pada pembentukan mentalitas bisnis. Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan rumah tangga dan usaha, pola pikir yang benar, serta ketangguhan mental adalah modal dasar bagi pelaku UMKM.
“UMKM harus punya mental bisnis. Mental sukses. Mental juara. Jangan punya mental tempe,” ucapnya dengan gaya khas yang disambut tawa dan respon positif para peserta.

Ia menambahkan bahwa pelaku UMKM sebaiknya menjauhi lingkungan yang penuh keluhan dan sikap negatif. “Jangan dekat-dekat orang yang hobinya mengeluh. Orang seperti itu tidak membawa perkembangan. Dekatkan diri kepada Tuhan, perbaiki niat, dan kuatkan tekad,” tegasnya.
Kang Marhaen juga menekankan bahwa pelaku usaha harus terus belajar, bukan hanya teori, tetapi terutama praktik. Ia menuturkan bahwa pengalaman, ketekunan, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar adalah kunci keberhasilan UMKM.
Lebih lanjut, Kang Marhaen mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan berbagai platform digital untuk memasarkan produk, mulai dari TikTok, Instagram, Facebook, hingga aplikasi berbasis video pendek lainnya.
“Gaspol terus. Promosi itu penting. Sekarang zaman digital, jadi manfaatkan semua platform. Pemerintah akan membantu akses dan jaringannya,” ungkapnya.
Ia menutup arahannya dengan harapan besar bahwa semakin banyak perempuan dan keluarga di Nganjuk yang mampu menjadi pelaku usaha mandiri dan produktif. “Kita ingin menciptakan sebanyak mungkin mak-mak pengusaha. Tidak hanya teori, tetapi betul-betul praktik. Tetap semangat terus,” pungkasnya.