#

Festival Literasi Nganjuk, Guru TK dan PAUD Dibekali Strategi Pembelajaran Humanis dan Kreatif

Nganjuk, PING – Festival Literasi Kabupaten Nganjuk kembali menghadirkan rangkaian kegiatan inspiratif, salah satunya Workshop Literasi Digital untuk Guru TK yang diinisiasi oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Nganjuk bertempat di Gedung Wanita Nganjuk, Selasa (18/11/2025). Kegiatan ini dirancang untuk membekali para pendidik PAUD dan TK dengan pendekatan pembelajaran yang lebih humanis, kreatif, dan menggembirakan bagi anak usia dini.

Workshop tersebut menghadirkan dua narasumber nasional yang sudah lama berkecimpung dalam dunia pendidikan dan gerakan literasi, yakni Najib Sulhan atau yang akrab disapa Abah Najib dan Binti Rosidah. Kehadiran keduanya memberikan warna baru dengan membagikan pengalaman nyata serta strategi efektif dalam menciptakan suasana belajar yang positif.

Dalam sesinya, Abah Najib menekankan bahwa inti pendidikan anak usia dini adalah kebahagiaan. Ia menyampaikan bahwa guru yang mampu menjaga ketenangan hati akan menciptakan energi positif di dalam kelas.
“Anak tidak bahagia pasti ada alasannya. Karena itu, guru harus menjaga stabilitas hati. Ketika guru berpikir positif, yang datang juga hal-hal positif,” ujarnya.

Ia juga menekankan peran penting guru sebagai figur yang dirindukan peserta didik. “Senyum adalah kunci seorang guru, dan senyum yang lahir dari hati akan dirasakan oleh anak. Guru yang menyenangkan, kreatif, tidak mengeluh, dan selalu menginspirasi akan selalu dirindukan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Abah Najib menguraikan bahwa literasi memiliki makna yang lebih luas. Tidak hanya sekadar membaca dan menulis, tetapi juga proses mendengar, melihat, merasakan, dan memahami keadaan anak secara menyeluruh. Menurutnya, kepekaan hati menjadi fondasi utama dalam menumbuhkan literasi sejak dini.

Sementara itu, Binti Rosidah mengajak peserta workshop untuk memahami konsep guru idola. “Guru idola adalah guru yang menjadi teladan, digugu dan ditiru. Ia mampu menghadirkan suasana kelas yang hidup dan menyenangkan,” terangnya.

Ia menegaskan bahwa setiap perilaku guru akan menjadi contoh bagi peserta didik. Karena itu, guru perlu membangun kehadiran yang hangat, penuh perhatian, dan menginspirasi.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Nganjuk berharap para guru TK dan PAUD semakin percaya diri dalam membangun pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan perkembangan anak usia dini. Workshop ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem literasi, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga di keluarga dan komunitas desa.

Festival Literasi Nganjuk kembali menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menyediakan ruang berbagi, belajar, dan berkolaborasi demi terwujudnya generasi yang literat, kreatif, dan siap menghadapi tantangan zaman.