#

SAPA MAMA Bekali Perempuan Keterampilan Public Speaking dan Pengelompokan Data Pilah di Desa Gempol

Nganjuk, PING- Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Sosial (Dinsos) kembali melaksanakan kegiatan SAPA MAMA (Sekolah Perempuan, Anak, dan Masyarakat Marjinal) di Desa Gempol, Kecamatan Rejoso, Senin (3/11/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Dinsos Nganjuk bidang PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Anak) beserta tim fasilitator, Kepala Desa Gempol beserta jajaran perangkat desa, kader desa, serta perwakilan masyarakat yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Program SAPA MAMA merupakan wadah edukasi sosial bagi perempuan, anak, dan kelompok masyarakat marjinal agar lebih berdaya dan tangguh menghadapi berbagai persoalan sosial di lingkungan mereka. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pembekalan tentang peran perempuan dalam pembangunan keluarga, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta penguatan ekonomi keluarga melalui usaha produktif.

Selain itu, peserta juga dibekali keterampilan public speaking untuk meningkatkan kemampuan komunikasi di ruang publik. Pembekalan ini bertujuan agar perempuan mampu menyampaikan pendapat, ide, dan aspirasi dengan percaya diri, baik dalam forum desa maupun kegiatan sosial lainnya.

Tak hanya itu, kegiatan SAPA MAMA kali ini juga menyoroti pentingnya pendataan dan pengelompokan data pilah, yakni data yang memisahkan informasi berdasarkan jenis kelamin, usia, dan kelompok sosial tertentu sebagai dasar dalam menyusun kebijakan sosial yang lebih adil dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kepala Desa Gempol, Budi Setiyono, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pelaksanaan SAPA MAMA di desanya. Ia menilai program ini sangat penting untuk membangun kesadaran dan kemandirian perempuan desa.

"Kami menyambut baik kegiatan SAPA MAMA karena memberikan ilmu dan keterampilan yang langsung bisa diterapkan. Perempuan di Desa Gempol perlu terus berkembang, tidak hanya dalam hal peran keluarga, tetapi juga dalam kemampuan berbicara dan mengelola data yang bermanfaat bagi pembangunan desa,” ujar Budi Setyono.

Ia menambahkan, pemerintah desa berkomitmen untuk menindaklanjuti kegiatan ini dengan program lanjutan, seperti pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha bagi perempuan.

“Kami ingin perempuan Gempol menjadi motor penggerak ekonomi desa dan contoh bagi masyarakat lain dalam berkontribusi aktif untuk kemajuan bersama,” imbuhnya.

Sementara itu, tim SAPA MAMA Dinsos Nganjuk menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari pendidikan sosial berkelanjutan untuk menciptakan masyarakat inklusif dan tangguh. Melalui SAPA MAMA, Dinsos berharap perempuan dapat menjadi agen perubahan sosial yang aktif, kritis, dan mampu berkolaborasi dalam pembangunan desa.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi, praktik komunikasi, dan penyerahan simbolis dukungan program kepada kader desa. Dengan semangat kebersamaan, SAPA MAMA diharapkan mampu melahirkan perempuan dan keluarga yang tangguh, cerdas, dan berdaya dalam mewujudkan kesejahteraan sosial di Kabupaten Nganjuk.