Jelang Idul Adha, Pemkab Nganjuk Gelar Gerakan Pangan Murah di Rejoso
- 25-05-2026
Nganjuk, PING— Pemerataan pembangunan di Kabupaten Nganjuk kembali menunjukkan progres signifikan. Pada Kamis (06/11/2025), Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, atau yang akrab disapa Mas Handy, meresmikan jalan rigit (cor) yang menghubungkan Dusun Sendanggogor - Desa Ngepung dengan Desa Pinggir di Kecamatan Lengkong.
Peresmian ini menjadi momentum penting bagi warga, mengingat jalan tersebut selama bertahun-tahun mengalami kerusakan dan menjadi keluhan utama masyarakat. Kini, wajah baru jalan itu menjadi angin segar bagi aktivitas ekonomi, akses pendidikan, hingga mobilitas sosial warga.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa meresmikan pembangunan jalan yang selama ini menjadi aspirasi masyarakat. Bertahun-tahun belum tersentuh, dan sekarang sudah bisa kita wujudkan bersama,” ujar Mas Handy dalam sambutannya.
Pembangunan ruas jalan dilakukan secara bertahap. Saat ini, sekitar 4,2 kilometer telah tersambung dari total panjang 6–7 kilometer, dan sisanya akan segera dilanjutkan hingga selesai.

“Insyaallah ruas dari Pinggir menuju Sumbersono akan kita lanjutkan, dengan tambahan anggaran sekitar 500 juta. Bertahap, tapi pasti kita tuntaskan.” jelasnya.
Mas Handy menegaskan bahwa Kecamatan Lengkong menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur tahun ini. Berdasarkan data Dinas PUPR, wilayah tersebut masih tergolong tertinggal dibanding kecamatan lain di Kabupaten Nganjuk.
“Kalau sudah kita selesaikan di Lengkong, kita akan bergerak ke wilayah lainnya. Semua harus maju, tapi kita mulai dari yang paling membutuhkan,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya proyek fisik, melainkan wujud nyata pengembalian manfaat pajak kepada masyarakat.
Adapun, data Dinas PUPR menunjukkan, dari total 1.482 kilometer jalan di Kabupaten Nganjuk, sekitar 70 persen kini dalam kondisi baik. Namun masih terdapat 350 kilometer jalan yang memerlukan perbaikan bertahap. Dengan kapasitas pembangunan 50–60 kilometer per tahun, dibutuhkan waktu kurang lebih delapan tahun untuk penuntasan menyeluruh.
Selain itu, alokasi anggaran harus diseimbangkan dengan sektor penting lainnya seperti UHC di bidang kesehatan dan pembangunan pendidikan. Karena itu, ia mengajak masyarakat ikut menjaga hasil pembangunan.
“Kapasitas jalan ini maksimal 8 ton. Mohon jangan dilebihi. Kalau kita jaga bersama, usia jalan bisa mencapai 10–15 tahun,” pesannya.

Sementara itu, Camat Lengkong Wardoyo menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah daerah.
“Jalan ini benar-benar menjadi kebutuhan utama masyarakat. Pembangunannya sangat membantu pergerakan ekonomi di Lengkong. Terima kasih kepada Pemkab Nganjuk dan Pak Wakil Bupati,” ungkapnya.
Sebagai informasi, acara peresmian ditutup dengan tasyakuran dan doa bersama, dihadiri Forkopimcam Lengkong, para kepala desa, perangkat desa, serta masyarakat yang hadir dengan penuh antusias.