Jelang Idul Adha, Pemkab Nganjuk Gelar Gerakan Pangan Murah di Rejoso
- 25-05-2026
Nganjuk, PING– Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 dan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-22, Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama TP PKK Kabupaten Nganjuk menggelar kegiatan TP PKK Peduli Inflasi bertajuk ‘Gerakan Pangan Murah (GPM)’ di halaman Pendopo KRT Sosrokoesoemo pada Selasa (11/11/2025).
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk menekan laju inflasi serta memastikan ketersediaan pangan dengan harga terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Sejak pagi, ribuan warga tampak antusias memadati halaman pendopo untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.
Beragam bahan pangan dijual dalam kegiatan ini, mulai dari beras, gula, minyak goreng, telur ayam, ikan segar, hingga sayur dan buah-buahan. GPM kali ini melibatkan sejumlah pihak, antara lain PT OBS yang menyediakan beras, gula, dan minyak; UPTD PBAT dengan aneka ikan air tawar seperti lele, nila, dan gurami; serta Perum Bulog yang menghadirkan bahan pokok bersubsidi. Selain itu, DWP DKPP menyuguhkan aneka olahan pangan dan sayuran segar, sedangkan Dinas Pertanian memamerkan produk unggulan daerah seperti ayam kampung, sapi, bawang merah, selada, pakcoy, dan jambu kristal.

Kegiatan juga mendapat dukungan penuh dari pelaku UMKM lokal yang ikut memeriahkan acara dengan memasarkan produk olahan dan jajanan khas Nganjuk. Inisiatif ini sekaligus menjadi wadah promosi dan pemberdayaan bagi usaha mikro masyarakat desa.
Salah satu warga, Kasiatin, mengaku senang dengan terselenggaranya kegiatan ini. “Harganya jauh lebih terjangkau dan membantu rakyat kecil, apalagi menjelang akhir tahun harga kebutuhan mulai naik. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” tuturnya.
Melalui momentum HKG PKK ke-53 dan BBGRM ke-22 ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kemandirian ekonomi keluarga dan menjaga daya beli masyarakat. Gerakan Pangan Murah menjadi simbol sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ketahanan pangan dan ekonomi daerah yang berkeadilan.