Gali Potensi Konten Kreator Muda, MGBK SMP Kabupaten Nganjuk Gelar Lomba Video Pendek Hardiknas
- 22-05-2026
Nganjuk, PING- Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Nganjuk, Yuni Marhaen secara resmi meluncurkan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) sekaligus inovasi SAPA KELANA PENTING (Sapa Posyandu Keliling Kelurahan/Desa Pantau dan Edukasi Stunting) di Balai Desa Kedungsoko, Kecamatan Sukomoro, Kamis (15/1/2026), kemarin.
Launching tersebut ditandai dengan pemotongan pita sebagai simbol dimulainya penerapan Posyandu 6 SPM dan program SAPA KELANA PENTING di Desa Kedungsoko. Pada kesempatan itu, Ketua Tim Pembina Posyandu juga menyerahkan bantuan susu kepada balita serta berdialog langsung dengan para ibu balita hingga lansia untuk menyerap aspirasi dan mengetahui kondisi riil di masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Nganjuk menegaskan bahwa transformasi Posyandu merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan dasar masyarakat. “Launching Posyandu 6 SPM ini menjadi langkah penting transformasi Posyandu sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, di mana layanan Posyandu kini tidak hanya fokus pada kesehatan, tetapi juga pendidikan dan sosial,” ujarnya.

Ia mengapresiasi Desa Kedungsoko sebagai desa pelopor penerapan Posyandu 6 SPM di Kecamatan Sukomoro. Menurutnya, keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya. “Kami berharap Posyandu 6 SPM tidak hanya diterapkan di Desa Kedungsoko, tetapi dapat direplikasi di seluruh desa di Kecamatan Sukomoro,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penguatan Posyandu dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya yang telah ada. “Penguatan Posyandu tidak dilakukan dengan menambah tenaga baru, melainkan dengan mengoptimalkan peran kader Posyandu yang sudah ada,” tegasnya.
Sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu tingkat kabupaten, ia juga mendorong para kader untuk berperan aktif dalam bidang pendidikan dan sosial sebagai bagian dari upaya penanganan stunting. “Kader Posyandu diharapkan turut berperan aktif dalam pendataan anak-anak yang tidak dapat bersekolah karena kendala ekonomi, sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting yang berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui inovasi SAPA KELANA PENTING, pemantauan dan edukasi stunting diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan. “Melalui SAPA KELANA PENTING, kami ingin memastikan pemantauan dan edukasi stunting dapat menjangkau masyarakat secara langsung dan merata,” pungkasnya.