#

Longsor Terjadi di Desa Kepel, BPBD Nganjuk Lakukan Respon Cepat

Nganjuk, PING – Hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngetos pada Senin (16/3/2026) memicu terjadinya tanah longsor di Dukuh Burikan, Desa Kepel. Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 18.10 WIB ini dilaporkan menimpa bagian belakang rumah salah satu warga setempat, Bapak Samsun.

Berdasarkan hasil asesmen tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk, kronologi bermula saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam dua gelombang. Hujan pertama terjadi pada siang hari pukul 13.30–14.30 WIB, kemudian disusul hujan lebat kembali pada sore hari pukul 17.50 WIB.

Kondisi tanah yang sudah jenuh air mengakibatkan tebing setinggi 3 meter dengan lebar 3,5 meter runtuh. Material longsor yang juga membawa rumpun bambu mati tersebut menghantam tembok bagian dapur dan menyebabkan air serta lumpur masuk ke dalam rumah.

Tim BPBD Nganjuk tiba di lokasi pada pukul 22.26 WIB untuk melakukan langkah-langkah darurat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini dan rumah tersebut dinyatakan masih layak untuk ditempati.

"Kami segera menerjunkan tim ke lokasi sesaat setelah menerima laporan. Selain melakukan pendataan (asesmen), kami juga telah menyalurkan bantuan logistik awal untuk meringankan beban keluarga terdampak," ujar Kalaksa BPBD Nganjuk, Sutomo.

Sutomo menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan lintas sektor untuk memastikan penanganan berjalan efektif.

"Fokus kami adalah keselamatan warga. Kami mengapresiasi sinergi antara BPBD Jatim, perangkat kecamatan, desa, hingga relawan Tagana yang bergerak cepat di lapangan. Untuk pagi ini, Selasa (17/3), kami bersama masyarakat fokus pada kerja bakti pembersihan material agar aktivitas pemilik rumah kembali normal," lanjutnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya tanah longsor dan pohon tumbang, mengingat curah hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi.

“Kami mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras berlangsung cukup lama. Jika ada tanda-tanda pergerakan tanah, segera laporkan kepada pihak terkait,” tambahnya.

Penanganan kejadian ini melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD Jawa Timur, BPBD Nganjuk, perangkat Kecamatan Ngetos, perangkat Desa Kepel, serta relawan Tagana Nganjuk, yang bersama-sama melakukan upaya penanganan dan mitigasi di lokasi terdampak.