#

Pastikan Sesuai Prosedur, Dinas PUPR Nganjuk Kawal Proyek Sukomoro–Kecubung

Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memprioritaskan peningkatan infrastruktur jalan demi mendorong roda perekonomian masyarakat. Salah satu proyek strategis yang tengah dikebut saat ini adalah Rekonstruksi Jalan Ruas Sukomoro–Kecubung yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Berdasarkan peninjauan langsung di lokasi proyek pada Rabu (20/05/2026), progres pengerjaan pada minggu ini difokuskan pada pembangunan struktur pendukung, yakni Tanggul Penahan Tanah (TPT) atau pasangan batu.

Penelaah Teknis Kebijakan Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk, Galih Aji Setiawan, menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan di lapangan wajib mematuhi standar operasional yang berlaku. Baik dari segi material maupun dimensi desain, semuanya dipastikan telah berjalan sesuai dengan dokumen perencanaan.

“Kami memastikan material dan dimensi desain di lapangan sudah sesuai dengan yang diajukan. Semua proses pengerjaan ini diawasi langsung secara melekat oleh pengawas konsultan,” ungkap Galih di sela-sela peninjauannya.

Sementara itu, Pengawas Konsultan Lapangan, Vendy, membeberkan detail progres fisik di lapangan. Dari total rencana pekerjaan TPT sepanjang 750 meter, pengerjaan kini telah berhasil mencapai kurang lebih 600 meter. Artinya, pembangunan struktur penahan tersebut menyisakan sekitar 150 meter lagi sebelum tim beralih ke tahapan utama.

"Alhamdulillah pengerjaan TPT sudah mencapai kurang lebih 600 meter, jadi kurang 150 meter lagi. Setelah struktur pendukung ini selesai, kami akan langsung fokus pada pekerjaan utama, yaitu pembangunan badan jalan," ujar Vendy saat ditemui di lokasi proyek.

Lebih lanjut, Vendy menegaskan bahwa pihaknya menerapkan kendali mutu (quality control) yang sangat ketat setiap harinya. Mulai dari tahap awal pemasangan fondasi batu, konsultan pengawas selalu mengecek detail lebar serta kedalaman galian agar tidak melenceng dari rencana desain awal.

Kepatuhan terhadap prosedur juga terlihat dari mekanisme material. Berikut adalah poin penting penerapan standar mutu di proyek ini:

  • Mekanisme Joint Inspection: Setiap bahan baku yang digunakan, baik batu maupun spesi, wajib melalui pengajuan izin (request) terlebih dahulu dari pihak pemborong kepada konsultan dan dinas terkait melalui inspeksi bersama.
  • Beralih dari Metode Konvensional: Kontraktor tidak lagi menggunakan campuran semen manual di lokasi (on-set).
  • Penggunaan Mortar Batching Plant: Pihak proyek menggunakan mortar yang dikirim langsung dari pabrik pencampuran. Langkah ini diambil untuk menjamin mutu mortar menjadi jauh lebih konsisten, teruji, dan berkualitas tinggi dibandingkan adukan manual biasa.

Dengan pengawasan yang ketat, ketepatan dimensi, dan penggunaan material yang terstandarisasi, proyek jalan ruas Sukomoro–Kecubung ini diharapkan dapat selesai tepat waktu. Hasil akhir proyek ini ditargetkan mampu menghadirkan kualitas fisik jalan yang prima demi kenyamanan dan keselamatan berkendara seluruh masyarakat Kabupaten Nganjuk.