Siapkan Payung Hukum Pilkades Serentak 2027, DPRD Nganjuk Sahkan Rantus Raperda Desa
- 22-05-2026
Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pertanian terus menorehkan prestasi membanggakan dalam memperkuat sektor pertanian dan peternakan daerah. Langkah strategis ini dilakukan guna mendukung penuh program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk menuju swasembada pangan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan para petani di Kota Angin.
Capaian serta rencana aksi ini dikupas tuntas dalam dialog interaktif Dinamika Pagi di 105,3 Radio Suara Anjuk Ladang (RSAL FM) pada Kamis, 21 Mei 2026. Hadir sebagai narasumber utama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Shobihatin, didampingi Kepala Bidang Produksi dan Perizinan Usaha Pertanian, Fadlin Nuryani, serta Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Eri Cahyono.
Kepala Diperta Nganjuk, Ida Shobihatin, memaparkan bahwa sepanjang tahun 2025, revitalisasi di bidang peternakan menunjukkan angka yang luar biasa. Populasi sapi potong di Nganjuk menembus angka 117.000 ekor, yang berarti menyumbang 3,2 persen dari total kebutuhan di Jawa Timur. Selain itu, populasi kambing mencapai 126.000 ekor (menyumbang 2,7% Jawa Timur) dan domba sebanyak 71.000 ekor. Melalui pengawasan lalu lintas ternak yang ketat dan bebas biaya (Rp0), Diperta berhasil mengendalikan penyakit menular seperti PMK dan LSD secara optimal.
Di sektor pertanian, luasan tanam padi pada tahun 2025 mencapai 92.000 hektar, melebihi target Kementerian Pertanian. Keberhasilan berswasembada ini membuat Kabupaten Nganjuk bangga karena mampu menyumbang 100 ton beras untuk ekspor nasional ke Saudi Arabia.
Komoditas jagung juga mencatat luasan 28.000 hektar, dan kedelai seluas 7.227 hektar. Bahkan, sektor kedelai Nganjuk kini resmi ditunjuk sebagai pilot project nasional oleh Kementerian Pertanian menuju swasembada kedelai. Untuk hortikultura, Nganjuk mempertahankan posisinya sebagai produsen bawang merah terbesar nomor dua secara nasional dengan keunggulan kualitas benih varietas Tajuk yang sangat baik.
Memasuki tahun 2026, Dinas Pertanian menggeser titik fokus utama pada peningkatan produktivitas yang berorientasi langsung pada profitabilitas dan kesejahteraan petani.
"Rapor baik dari kementerian memang membanggakan, namun muara akhir dari seluruh peningkatan produksi ini harus dirasakan langsung lewat peningkatan kesejahteraan dan keuntungan para petani di lapangan," tegas Ida Shobihatin.
Kabid Produksi dan Perizinan, Fadlin Nuryani, menambahkan bahwa Diperta mengombinasikan penerapan manajemen budidaya tanaman sehat dengan pengurusan Sertifikasi Prima 3 dari Otoritas Keamanan Pangan Provinsi Jawa Timur. Hal ini dilakukan agar hasil panen padi dan bawang merah asal Nganjuk tidak hanya tinggi secara kuantitas, tetapi juga sehat, aman konsumsi, dan memiliki nilai jual yang lebih kompetitif.
Merespons informasi dari BMKG terkait potensi fenomena iklim El Nino pada pertengahan tahun 2026, Diperta Nganjuk telah menyiapkan langkah mitigasi berlapis untuk mengamankan lahan dari risiko puso akibat kekeringan.
Langkah strategis tersebut di antaranya:
Melalui sinergi yang kuat antara regulasi pemerintah daerah dan partisipasi aktif sedulur tani, Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk optimistis roda swasembada pangan akan tetap berputar stabil dan berkelanjutan sepanjang tahun 2026.