#

Mas Handy Tinjau Langsung Banjir di Kapas Sukomoro, Pastikan Penanganan Cepat dan Evakuasi Balita

Nganjuk, PING – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah lereng Gunung Wilis dan Kabupaten Nganjuk pada Senin (16/3/2026) sore mengakibatkan meluapnya Sungai Kuncir Kanan. Akibatnya, Lingkungan Kapas, Kelurahan Kapas, Kecamatan Sukomoro terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 50 cm di area pemukiman.

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Nganjuk, luapan air mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 21.00 WIB. Dampak terparah terjadi di wilayah RW 04 (RT 01 hingga RT 05), yang secara geografis berada di area cekung. Tercatat sekitar 300 Kepala Keluarga (KK) terdampak dalam musibah ini.

Guna memastikan keselamatan warga dan efektivitas penanganan di lapangan, Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, turun langsung ke lokasi banjir bersama unsur Forkopimda pada Senin malam.

Dalam tinjauannya, Wabup Trihandy menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah evakuasi warga kelompok rentan dan penanganan titik tanggul yang jebol.

"Kami hadir di sini untuk memastikan seluruh warga dalam kondisi aman. Fokus utama kami adalah evakuasi mandiri bagi lansia dan balita. Saya sudah instruksikan BPBD dan Dinas PUPR untuk segera memetakan titik tanggul yang jebol agar perbaikan darurat bisa segera dilakukan setelah air surut," ujar Mas Handy di lokasi kejadian.

Tim gabungan dari BPBD Nganjuk, BPBD Jatim, TNI, Polri, serta relawan Tagana bergerak cepat melakukan penyisiran. Salah satu tindakan krusial yang dilakukan adalah mengevakuasi tiga orang balita dari RW 04 RT 04 ke rumah kerabat yang lebih aman.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nganjuk, Sutomo, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif serta langkah-langkah penanganan darurat di lokasi terdampak.

“Tim gabungan telah kami kerahkan untuk melakukan asesmen, evakuasi warga rentan, serta memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali. Kami juga terus memantau perkembangan debit air dan berkoordinasi untuk penanganan lanjutan, termasuk penelusuran tanggul yang dilaporkan jebol,” jelas Sutomo.

Hingga Selasa dini hari (17/3), kondisi cuaca di lokasi terpantau hujan dengan intensitas rendah dan genangan air mulai berangsur surut. Meski demikian, tim gabungan masih terus bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir, mengingat curah hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan.