#

Kemenag Nganjuk Siapkan 7 Masjid dan 1 Gereja Sebagai Lokasi "Masjid Ramah Pemudik" 2026

Nganjuk, PING – Menyambut arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nganjuk meluncurkan program Masjid Ramah Pemudik (MRP). Program ini bertujuan menjadikan rumah ibadah tidak hanya sebagai tempat salat, tetapi juga sebagai pusat pelayanan sosial yang nyaman bagi masyarakat yang sedang dalam perjalanan.

Hal tersebut dikupas tuntas dalam dialog interaktif di Radio Suara Anjuk Ladang (RSAL FM) pada Senin (16/3/2026). Acara dipandu oleh host Edna Laila dengan menghadirkan narasumber Wahyudin Santoso, Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) Kemenag Kabupaten Nganjuk.

Wahyudin menjelaskan bahwa pada tahun 2026 ini, terdapat 8 lokasi rumah ibadah di Kabupaten Nganjuk yang ditunjuk sebagai tempat ramah pemudik, terdiri dari 7 masjid dan 1 gereja. Lokasi-lokasi ini dipilih karena letaknya yang strategis di sepanjang jalur utama maupun jalur alternatif mudik:

  • Masjid Al Ijabah Baron: Jl. Panglima Sudirman No. 01, Ngebangkerep, Kec. Baron.
  • Masjid Nurul Huda Tanjunganom: Jl. R.A. Kartini No. 13, Kec. Tanjunganom.
  • Masjid Al Jali Sukomoro: Jl. Raya Surabaya - Madiun, Ds. Bungur, Kec. Sukomoro.
  • Masjid Agung Baitussalam Nganjuk: Depan Alun-Alun Nganjuk.
  • Masjid Al Hidayah Bagor: Jl. Raya Kedondong, Ds. Kedondong, Kec. Bagor.
  • Masjid Ridho Illahi Wilangan: Jl. Raya Wilangan No. 35, Ds. Ngudikan, Kec. Wilangan.
  • Masjid Al Muttaquien: Jl. Panglima Sudirman No. 17 (Depan Stasiun Nganjuk).
  • Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Nganjuk: Jl. Diponegoro No. 71a, Ganung Kidul.

Program ini akan beroperasi selama periode mudik dan balik, diperkirakan mulai dari H-5 hingga H+5 Lebaran (sekitar tanggal 16 hingga 25 Maret 2026). Para pemudik dapat menikmati berbagai fasilitas gratis secara 24 jam, antara lain:

  • Area parkir luas dan aman.
  • Tempat istirahat (rest area) yang nyaman di serambi masjid.
  • Takjil gratis bagi pemudik yang masih menjalankan ibadah puasa.
  • Fasilitas pendukung seperti kamar mandi, charging station, dan air minum.

Untuk menyukseskan program ini, Kemenag Nganjuk mengerahkan jajaran Penyuluh Agama Islam, baik PNS maupun P3K, untuk berkolaborasi dengan para Takmir Masjid dan Marbot. Wahyudin menekankan pentingnya kesepahaman antara petugas dan pengelola masjid agar tidak terjadi hambatan saat pemudik ingin beristirahat atau sekadar mandi di lokasi.

"Kami berharap melalui program skala nasional ini, para pemudik yang melintasi Nganjuk yang merupakan titik tengah jalur Jawa Timur dapat merasa aman dan nyaman hingga sampai di tujuan," ujar Wahyudin.

Menutup sesi dialog, Wahyudin berpesan agar para pemudik selalu menjaga kondisi fisik dan kendaraan, serta tidak memaksakan diri jika merasa lelah. "Jangan lupa selalu berdoa untuk memohon perlindungan dan keselamatan selama diperjalanan," pungkasnya.