#

Kementerian Haji RI Dorong Manasik Terpadu Kota Angin: Hemat Biaya, Maksimalkan Layanan

Nganjuk, PING – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia secara resmi membuka Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi tingkat Kabupaten dan Kecamatan tahun 1447 H / 2026 M bertempat di Pendopo KRT Sosrokoeseomo Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk, Kamis (26/3/2026). Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, didampingi Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro, serta jajaran Forkopimda.

Mengawali acara, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur, Mohammad As’adul Anam, melaporkan bahwa jumlah jemaah haji Kabupaten Nganjuk tahun 2026 mencapai 732 orang, yang terdiri dari 336 laki-laki dan 395 perempuan.

Dalam laporannya, As’adul Anam memperkenalkan sosok inspiratif yaitu Ibu Marmi binti Marjuki, jemaah tertua berusia 90 tahun yang tampak sehat, serta Muhammad Bustan Tsabit, jemaah termuda yang baru berusia 17 tahun. Kakanwil juga memberikan peringatan keras terkait regulasi kesehatan Arab Saudi.

"Pemerintah Arab Saudi tidak memberikan toleransi bagi jemaah yang tidak melakukan tiga vaksin wajib: Covid-19, Polio, dan Meningitis. Semuanya akan terdeteksi di sistem Siskohatkes. Kami mohon dukungan Bapak Bupati agar Dinas Kesehatan mengawal proses ini," tegas As’adul Anam. Ia juga mengapresiasi langkah Bupati Nganjuk yang berkomitmen membangun akses jalan utama menuju kantor layanan haji Nganjuk yang selama ini terisolasi di area belakang.

Dalam sambutan utamanya, Menteri Haji dan Umrah RI, Gus Irfan (sapaan akrab Mochamad Irfan Yusuf), menegaskan bahwa kementerian baru ini adalah persembahan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan pelayanan fokus dan khusus bagi umat Islam.

"Presiden berpesan, haji harus diurus dengan fokus. Negara harus hadir memastikan ibadah berjalan aman dan tertib sesuai amanah undang-undang," ujar Gus Irfan.

Lebih lanjut, Gus Irfan menjelaskan bahwa terdapat tiga indikator utama keberhasilan penyelenggaraan haji, yaitu sukses ritual, sukses ekonomi, dan sukses peradaban. Sukses ritual diwujudkan melalui penguatan manasik agar jamaah memahami rukun dan wajib haji secara benar.

Gus Irfan juga membawa kabar gembira mengenai efisiensi biaya haji 2026 yang berhasil ditekan hingga turun sekitar Rp5 juta dibandingkan tahun sebelumnya melalui pemangkasan biaya tidak efisien. Selain itu, kementerian mulai melakukan langkah strategis dengan mengekspor 600 ton bumbu masakan dan beras asli Indonesia ke Arab Saudi.

"Kami ingin Bapak Ibu tetap makan dengan rasa nusantara agar fisik tetap kuat. Kalau makannya tidak enak, fisik drop, padahal ibadah haji memerlukan tenaga ekstra," tambahnya.

Sejalan dengan tema tahun ini, Gus Irfan menjelaskan bahwa kementerian telah menyiapkan petugas khusus yang dilatih selama 20 hari. Porsi petugas perempuan ditingkatkan hingga 36?mi kenyamanan jemaah perempuan dalam berkonsultasi mengenai fikih keperempuanan.

Kementerian juga menerapkan skema Murur (melintas di Muzdalifah dengan bus tanpa turun) bagi jemaah lansia dan risti (risiko tinggi) demi keselamatan jiwa. "Pilihan ini sah secara syariat dan tetap mabrur. Prioritas kami adalah keselamatan jemaah," tegas Gus Irfan.

Menutup arahannya, Gus Irfan menitipkan salam dari Presiden Prabowo Subianto dan meminta jemaah untuk mendoakan keselamatan bangsa. Beliau juga mengingatkan jemaah untuk disiplin menjaga kesehatan fisik di sisa waktu dua bulan sebelum keberangkatan perdana pada 19 Mei mendatang.

Acara di Pendopo KRT Sosrokoesoemo ini menandai dimulainya rangkaian manasik intensif yang akan dilaksanakan di tingkat kecamatan guna memastikan kemandirian ibadah bagi seluruh tamu Allah asal Kabupaten Nganjuk. (AR/AI/CS)