Sinergi Lintas Sektor, BPBD Nganjuk Salurkan Logistik Kerja Bhakti Pembersihan Sungai di Petak
- 06-04-2026
Nganjuk, PING – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Metodologi Pelatihan bagi Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) dan Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK), Kamis (26/3/2026). Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Disnaker Nganjuk dan diikuti oleh para instruktur dari berbagai lembaga pelatihan kerja di wilayah Kabupaten Nganjuk.
Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para instruktur dalam menyampaikan materi pelatihan secara efektif, sistematis, dan terstruktur. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan agar proses pelatihan yang diberikan selaras dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), sehingga mampu menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di dunia industri.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembekalan terkait metodologi pelatihan, teknik komunikasi pembelajaran, serta penyusunan kurikulum berbasis kompetensi. Hal ini dinilai penting guna menjawab tantangan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang, terutama di era digital dan ekonomi kreatif.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Nganjuk, Itsna Shofiani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya para instruktur pelatihan kerja.
“Pada hari ini, kami melaksanakan kegiatan Bimtek metodologi pelatihan bagi para instruktur. Kegiatan ini menjadi bagian dari peningkatan kualitas dan potensi instruktur, termasuk dalam aspek kreativitas dan pemanfaatan platform digital seperti Tokopedia,” ujarnya.
Itsna menjelaskan, para instruktur tidak hanya dituntut memahami aspek teknis pelatihan, tetapi juga harus mampu mengelola administrasi pelatihan serta mengembangkan metode pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan lingkungan kerja. Dengan demikian, pelatihan yang diberikan dapat lebih relevan dan aplikatif.
Lebih lanjut, Itsna menambahkan bahwa rangkaian kegiatan ini akan diakhiri dengan evaluasi berupa uji kompetensi yang dijadwalkan pada 30 Maret 2026. Ujian tersebut diharapkan dapat memastikan bahwa seluruh peserta benar-benar memiliki kualifikasi yang sesuai sebagai instruktur profesional.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik hingga tahap akhir, sehingga nantinya mampu meningkatkan kualitas pelatihan kerja di Kabupaten Nganjuk dan mencetak tenaga kerja yang kompeten,” tambahnya.
Dengan adanya Bimtek Metodologi ini, diharapkan LPKS dan BLKK di Kabupaten Nganjuk mampu mencetak lulusan pelatihan yang siap kerja dan memiliki daya saing tinggi di pasar kerja nasional maupun internasional.