Semarak Hari Jadi Nganjuk 1089 Gaungkan Semangat Harmoni dan Kesejahteraan
- 02-04-2026
Nganjuk, PING– Momentum Idul Fitri dimanfaatkan sebagai sarana refleksi untuk memperkuat fondasi keluarga, khususnya bagi para istri abdi negara di Kabupaten Nganjuk. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dalam menghadiri kegiatan Halal Bi Halal Gabungan Organisasi Wanita (GOW) di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Senin (30/3/2026).
Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen ini menegaskan bahwa keharmonisan rumah tangga memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas aparatur sipil negara (ASN) dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau rumah tangga harmonis, suami akan lebih fokus bekerja. Peran ibu sangat besar dalam menciptakan ketenangan dan kenyamanan itu,” ujarnya.
Kang Marhaen juga menyampaikan ucapan Idul Fitri sekaligus apresiasi terhadap eksistensi organisasi wanita di Kabupaten Nganjuk. Menurutnya, perempuan memiliki kontribusi strategis dalam menopang pembangunan melalui peran domestik maupun sosial.
“Organisasi wanita di Nganjuk luar biasa. Saya mewakili pemerintah daerah mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan seorang pria tidak terlepas dari peran seorang istri. Dukungan moral, pengelolaan rumah tangga, serta pendidikan anak menjadi aspek krusial dalam menciptakan keluarga yang berkualitas.
“Di balik laki-laki sukses pasti ada istri yang hebat. Istri berperan mengelola rumah, mendidik anak, bahkan menjaga stabilitas emosi suami,” jelasnya.
Kang Marhaen juga menyoroti bahwa kondisi emosional seseorang tidak dapat dipisahkan antara rumah dan tempat kerja. Ia menilai, keseimbangan psikologis menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja.

“Hati kita satu, tidak bisa dipisah antara urusan rumah dan kantor. Maka yang penting adalah bagaimana mengelola perasaan dan tetap bersyukur,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya berorientasi pada kesuksesan materi, tetapi juga memperhatikan aspek spiritual dalam keluarga, khususnya dalam mendidik anak.
“Kesuksesan bukan hanya soal jabatan atau materi. Pendidikan agama penting agar anak menjadi sholeh dan membawa keberkahan,” pungkasnya.