#

Hujan Disertai Angin Kencang Landa Nganjuk, BPBD Lakukan Evakuasi Pohon Tumbang

Nganjuk, PING – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Nganjuk pada Rabu sore (4/3/2026) sekitar pukul 17.45 WIB. Fenomena alam ini mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di berbagai lokasi, yang tidak hanya mengganggu akses lalu lintas tetapi juga menyebabkan adanya korban luka.

Berdasarkan data dari Pusdalops BPBD Kabupaten Nganjuk, sebaran pohon tumbang terjadi secara masif di beberapa kecamatan. Lokasi terdampak meliputi Desa Pehserut dan Kelurahan Sukomoro di Kecamatan Sukomoro, Desa Kepel di Kecamatan Ngetos, Desa Balongrejo di Kecamatan Berbek, Desa Kedungrejo di Kecamatan Tanjunganom, serta Desa Batembat di Kecamatan Pace. Pohon yang tumbang didominasi jenis mindi, mangga, dan joar dengan diameter mencapai 30 hingga 80 cm.

Insiden yang paling menonjol terjadi di Jalan Raya Surabaya – Madiun, tepatnya di Desa Kedungrejo, Kecamatan Tanjunganom. Saat cuaca ekstrem berlangsung, dua warga yang sedang melintas tertimpa material pohon. Korban berinisial SY (34), warga Karangjati, Ngawi, dilaporkan mengalami luka sedang. Guna mengantisipasi trauma akibat benturan, tim PSC 119 Kabupaten Nganjuk segera merujuk korban ke IGD RSUD Nganjuk untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Sementara itu, satu korban lainnya yang mengalami luka lecet ringan memilih untuk tidak dirujuk ke rumah sakit.

Merespons kejadian tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Nganjuk, AGISENA, BPBD Provinsi Jawa Timur, TNI, POLRI, hingga perangkat desa dan masyarakat setempat langsung diterjunkan ke lokasi. Petugas bergerak cepat melakukan asesmen serta mengevakuasi batang-batang pohon yang melintang di jalan agar akses transportasi masyarakat dapat segera kembali normal.

Hingga saat ini, pihak Pusdalops BPBD Kabupaten Nganjuk masih terus melakukan penghitungan terkait total kerugian material yang ditimbulkan oleh rentetan kejadian ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nganjuk mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di luar rumah ketika terjadi hujan deras dan angin kencang.

“Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, menghindari berteduh di bawah pohon besar, serta segera melapor apabila terjadi kondisi darurat,” tegasnya.

Pemerintah daerah menekankan bahwa kewaspadaan kolektif dan respons cepat menjadi kunci dalam meminimalkan risiko serta dampak kerugian akibat bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Nganjuk.