#

TNI AL dan Pemkab Nganjuk Berkolaborasi Perkuat Rantai Pasok Pangan Nasional

Nganjuk, PING – TNI Angkatan Laut melalui Komando Daerah Maritim V Surabaya mempertegas komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui kolaborasi strategis bersama Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan kelompok tani. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan 100 ton benih kedelai serta 20 unit alat mesin pertanian (alsintan) jenis Traktor Roda Dua (TR2) Rotari.

Dalam kegiatan yang digelar di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Kamis (9/4/2026), Komandan Kodamar V Surabaya, Laksda TNI Ali Triswanto, menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor yang dinilai menjadi kunci keberhasilan penguatan ketahanan pangan di daerah.

“Atas nama TNI Angkatan Laut, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nganjuk serta seluruh kelompok tani yang telah berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya pada komoditas kedelai,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa petani memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Oleh karena itu, dukungan terhadap sektor pertanian harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya pada aspek produksi, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas, teknologi, hingga akses pasar.

Menurutnya, bantuan benih dan alsintan yang diberikan merupakan bentuk konkret sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari peningkatan produksi semata.

“Kita tidak hanya berbicara soal peningkatan hasil panen, tetapi juga bagaimana hasil tersebut dapat dikelola dengan baik, memiliki nilai tambah, dan mampu bersaing di pasar,” jelasnya.

Dalam konteks tersebut, TNI AL turut berperan aktif melalui pendampingan langsung kepada petani di lapangan. Pendampingan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari teknik budidaya, pemanfaatan alsintan, hingga pengelolaan pascapanen dan distribusi hasil pertanian.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun sistem pertanian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Menurutnya, tanpa pengelolaan rantai pasok yang baik, peningkatan produksi justru berpotensi menimbulkan permasalahan baru, seperti penurunan harga di tingkat petani.

“Produksi yang melimpah harus diimbangi dengan sistem distribusi dan pemasaran yang kuat. Jika tidak, petani akan tetap berada pada posisi yang lemah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Laksda TNI Ali Triswanto mendorong adanya kebijakan strategis dari pemerintah, khususnya terkait penetapan harga dasar kedelai. Kebijakan ini dinilai penting untuk memberikan kepastian usaha bagi petani sekaligus melindungi mereka dari fluktuasi harga pasar dan praktik tengkulak.

Selain itu, ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Nganjuk yang terus berupaya memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program, termasuk pengembangan komoditas unggulan dan peningkatan luas tanam.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, rombongan TNI AL bersama pemerintah daerah melakukan peninjauan langsung ke lahan pertanian di Desa Mojorembun, Kecamatan Rejoso. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lahan, efektivitas distribusi bantuan, serta percepatan implementasi program di tingkat petani.

Peninjauan tersebut juga menjadi sarana evaluasi awal terhadap kesiapan infrastruktur pertanian serta respon petani terhadap program yang dijalankan. Dengan pendekatan ini, diharapkan setiap kebijakan yang diambil benar-benar berbasis kondisi riil di lapangan.

Di akhir sambutannya, Laksda TNI Ali Triswanto menegaskan bahwa sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi petani. Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis ketahanan pangan nasional dapat terus diperkuat,” tandasnya.