#

Wabup Nganjuk: ASN Harus Layani Masyarakat dengan Hati, Cepat, dan Humanis

Nganjuk, PING – Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik menjadi tolok ukur utama keberhasilan kinerja pemerintah daerah. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan materi dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sertifikasi Kompetensi Excellent Service Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Anjuk Ladang, Senin (13/4/2026).

Dalam arahannya, Mas Handy sapaan akrabnya, menekankan bahwa aparatur sipil negara (ASN) merupakan garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga sikap, kecepatan, dan kualitas pelayanan yang diberikan akan sangat menentukan citra Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

“Pelayanan prima atau excellent service ini adalah hal paling utama yang harus dimiliki ASN. Karena panjenengan semua adalah ujung tombak pemerintahan. Baik atau tidaknya Pemerintah Kabupaten Nganjuk, salah satu indikator utamanya adalah bagaimana pelayanan yang diberikan kepada masyarakat,” tegasnya.

Mas Handy menekankan bahwa pelayanan publik tidak cukup hanya mengandalkan prosedur administratif, tetapi harus dibarengi dengan pendekatan emosional dan empati. Menurutnya, masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan seringkali berada dalam kondisi tidak ideal, baik secara fisik maupun psikologis.

“Berikan pelayanan dengan hati. Anggap masyarakat yang datang itu saudara kita sendiri. Kalau keluarga kita butuh, pasti kita akan bergerak cepat. Maka perlakukan masyarakat dengan cara yang sama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mas Handy mengungkapkan bahwa masih ditemukan sejumlah permasalahan dalam praktik pelayanan publik di lapangan, seperti proses yang berbelit, kurangnya kepastian waktu, serta minimnya komunikasi kepada masyarakat. Ia mencontohkan fenomena antrean panjang dalam pengurusan administrasi hingga keluhan pelayanan di fasilitas kesehatan.

“Jangan sampai masyarakat merasa dipersulit. Pelayanan harus cepat, tepat, dan jelas. Kalau memang tidak bisa selesai dalam satu hari, sampaikan secara terbuka dan komunikatif. Jangan dibiarkan tanpa kepastian,” imbuhnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas komunikasi antara petugas pelayanan dengan masyarakat. Menurutnya, kesalahan persepsi seringkali terjadi bukan karena prosedur yang salah, melainkan karena penyampaian informasi yang kurang tepat.

“Kadang secara teknis sudah benar, tapi komunikasinya tidak sampai. Ini yang menimbulkan keluhan. Maka komunikasi efektif menjadi bagian penting dari pelayanan prima,” jelasnya.

Selain itu, Mas Handy juga menekankan penerapan prinsip dasar pelayanan publik yang meliputi transparansi, akuntabilitas, keadilan, dan kesetaraan. Ia mengingatkan bahwa seluruh masyarakat memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan tanpa diskriminasi.

“Jangan pernah membeda-bedakan. Semua masyarakat harus dilayani dengan standar yang sama. Justru masyarakatlah penilai paling objektif terhadap kinerja panjenengan,” tegasnya.

Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan, Mas Handy juga mendorong percepatan digitalisasi di seluruh sektor pelayanan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mampu meminimalisir potensi kesalahan dan praktik yang tidak transparan.

“Ke depan, layanan harus berbasis digital. Mulai dari administrasi, pembayaran, hingga pengaduan masyarakat. Dengan digitalisasi, proses menjadi lebih cepat, akurat, dan akuntabel,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan dalam pelayanan publik. ASN didorong untuk tidak hanya menjalankan rutinitas, tetapi juga mampu menciptakan terobosan yang memberikan kemudahan bagi masyarakat.

“Setiap tahun harus ada inovasi. Sekecil apapun itu, selama bisa mempermudah pelayanan, itu sangat berarti. Jangan berhenti beradaptasi,” tambahnya.

Mengakhiri arahannya, Mas Handy mengingatkan bahwa kompetensi dan jabatan bukanlah alasan untuk bersikap arogan dalam melayani masyarakat. Justru sebaliknya, semakin tinggi posisi, semakin besar tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik.

“Jangan pernah merasa lebih tinggi dari masyarakat. Semua punya kesempatan yang sama. Dari pelayanan yang tulus, kita bisa mendapatkan kepercayaan bahkan doa dari masyarakat. Itu yang paling berharga,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu mengimplementasikan nilai-nilai pelayanan prima secara konsisten dalam tugas sehari-hari, sehingga terwujud pelayanan publik yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat di Kabupaten Nganjuk.