#

Mudah dan Praktis, Dinkes Nganjuk Ajak Warga Deteksi TBC Lewat Platform Web "E-TIBI"

Nganjuk, PING – Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk terus menggencarkan upaya penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) sedini mungkin. Salah satu instrumen utama yang kini disosialisasikan adalah E-TIBI, sebuah sistem skrining mandiri berbasis website yang dikembangkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur untuk deteksi dini secara cepat dan praktis.

Berbeda dengan aplikasi pada umumnya, E-TIBI hadir sebagai platform berbasis web sehingga masyarakat tidak perlu mengunduh aplikasi di toko aplikasi atau melakukan proses login yang rumit. Cukup dengan mengakses tautan bit.ly/E-TIBI atau memindai QR Code yang tersedia, warga bisa langsung memantau kondisi kesehatannya.

Platform ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses bagi seluruh lapisan masyarakat dengan keunggulan sebagai berikut:

  • Akses Mudah: Tanpa perlu unduh atau login, cukup buka melalui browser ponsel.
  • Skrining Mandiri: Pengguna hanya perlu menjawab kuesioner gejala (batuk lama, demam, penurunan berat badan) dalam hitungan menit.
  • Hasil Instan: Status risiko (rendah atau suspek/terduga) langsung muncul setelah kuesioner selesai diisi.
  • Rujukan ke Faskes: Jika hasil menunjukkan risiko tinggi (suspek), sistem akan mengarahkan pengguna ke Puskesmas atau klinik terdekat.
  • Pencatatan Obat: Membantu pasien dalam mencatat jadwal minum obat serta melaporkan efek samping obat secara online.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, dr. Tien Farida Yani, menekankan bahwa kehadiran E-TIBI sangat membantu percepatan penanganan TBC di wilayahnya dengan memangkas hambatan birokrasi dan prosedur pemeriksaan awal.

"Kami sangat mengapresiasi inovasi E-TIBI dari Dinkes Jatim ini. Platform ini sangat praktis karena berbasis website, sehingga masyarakat Nganjuk bisa melakukan skrining di mana saja tanpa membebani memori ponsel mereka," jelas dr. Tien.

Ia menambahkan bahwa sistem ini adalah jembatan penting menuju pengobatan yang tuntas. "Tujuan utamanya adalah mempercepat penemuan kasus. Jika terdeteksi lebih awal melalui E-TIBI, penanganan bisa segera dilakukan untuk mencegah penularan yang lebih luas. Ingat, TBC bisa sembuh, dan deteksi dini melalui E-TIBI adalah langkah pertama untuk menyelamatkan nyawa serta keluarga kita," sambungnya.

Dengan sosialisasi yang masif, diharapkan masyarakat tidak lagi ragu untuk memeriksakan gejalanya secara mandiri demi mewujudkan Jawa Timur, khususnya Kabupaten Nganjuk, yang bebas dari TBC.