#

Nganjuk Tebar "Karpet Merah", Mas Handy Jamin Kemudahan Investasi bagi Para Pengusaha

Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk berkomitmen mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyederhanaan birokrasi dan kemudahan investasi. Hal ini diwujudkan dengan digelarnya kegiatan Promosi Investasi, Penerbitan NIB, serta Pelayanan Publik Terpadu yang berlangsung selama dua hari, Selasa hingga Rabu, 14-15 April 2026, bertempat di Pendopo KRT Sosrokoesoemo.

Acara yang dikemas dalam bentuk Business Forum dan One-on-One Meeting ini bertujuan untuk memberikan solusi nyata bagi para investor dan calon investor di wilayah Kabupaten Nganjuk, khususnya terkait harmonisasi regulasi dan tata ruang.

Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, yang membuka secara resmi kegiatan ini, memberikan apresiasi tinggi kepada para pengusaha yang telah berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Nganjuk yang mencapai 5,30% pada tahun 2025.

"Total investasi yang masuk ke Nganjuk pada tahun 2025 mencapai kurang lebih Rp1,6 Triliun. Ini adalah bukti nyata bahwa kita sedang bertransformasi dari sektor pertanian menuju industri dan perdagangan," ungkap pria yang akrab disapa Mas Handy tersebut.

Lebih lanjut, Mas Handy menjelaskan bahwa Pemkab Nganjuk saat ini tengah melakukan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk memfasilitasi kebutuhan ekspansi perusahaan.

"Kabupaten Nganjuk secara total akan mendukung segala bentuk investasi. Jika Bapak/Ibu ingin mengekskalasikan usahanya menjadi lebih besar, segera sampaikan kepada kami. Kami siapkan seluruh kepala OPD, mulai dari PUPR, LH, hingga Ketenagakerjaan untuk memfasilitasi kebutuhan panjenengan semua agar Nganjuk semakin maju, sejahtera, dan bermartabat," tegasnya.

Mas Handy juga menitipkan pesan kepada para pengusaha agar tetap memprioritaskan penyerapan tenaga kerja asli putra daerah serta mengajak kolaborasi dalam pengelolaan CSR satu pintu untuk pembangunan infrastruktur yang lebih merata.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Nganjuk, Samsul Huda, dalam laporannya menyampaikan bahwa forum ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk menyelesaikan kendala administratif atau bottlenecking perizinan, terutama pasca berlakunya regulasi terbaru.

"Forum ini hadir sebagai solusi atas berbagai hambatan dalam proses investasi, termasuk penerapan PP 28 Tahun 2025 yang berimplikasi pada berbagai kebijakan," ujar Samsul Huda.

Ia menekankan bahwa Pemkab Nganjuk memberikan ‘karpet merah’ bagi para investor untuk memastikan proses administrasi berjalan cepat dan tanpa kendala. "Investasi yang besar akan menjawab problematika mendasar daerah seperti kemiskinan dan inflasi. Kami juga menghadirkan BPJS Ketenagakerjaan agar perlindungan tenaga kerja lokal berjalan beriringan dengan kemajuan perusahaan," tambahnya.

Kegiatan hari pertama ini diakhiri dengan sesi dialog dua arah antara pelaku usaha dengan pemerintah daerah untuk menyelaraskan kebijakan ketahanan pangan nasional dengan iklim investasi lokal.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap terbangunnya komunikasi yang intensif antara pemerintah dan dunia usaha, sehingga akselerasi investasi dapat terus meningkat dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat.

Sebagai informasi, selama kegiatan berlangsung, masyarakat dan pelaku usaha dapat mengakses berbagai layanan strategis di satu lokasi, antara lain:

  • Penerbitan NIB: Dilayani langsung oleh Dinas DPMPTSP Nganjuk.
  • Pelayanan Adminduk: Oleh Dispendukcapil Nganjuk.
  • Pembayaran PKB Tahunan: Melalui layanan Samsat Nganjuk.
  • Sertifikasi Halal: Difasilitasi oleh Kemenag Nganjuk.
  • SPP-Industri Rumah Tangga: Dilayani oleh Dinas Kesehatan Nganjuk.